Breaking News:

Virus Corona

Pemkab Wonogiri Melarang Warga Gelar Hajatan, Imbas Lonjakan Kasus Covid-19 Mencapai 1.258

Pemkab Wonogiri melarang warga menggelar acara dalam bentuk hajatan, resepsi atau perayaan yang memicu kerumunan banyak orang.

Editor: Hanang Yuwono
TribunSolo.com/Agil Tri
Bupati Wonogiri Joko Sutopo usai konferensi pers di Pendopo Kantor Dinas Bupati Wonogiri, Minggu (3/5/2020). 

“Kajian kami tingkat penularan ini berasal dari klaster keluarga. Setelah kami runut keluarga ini melakukan perjalanan dari luar kota untuk menghadiri acara hajatan keluarga atau tetangga di kampung halamannya,” ujar Jekek.

Menurut Jekek, kulltur di Wonogiri kalau keluarga atau tetangga punya gawe (hajatan) maka mau tidak mau para perantau harus pulang kampung. Setelah banyak warga menggelar hajatan ternyata kenaikkan kasus positif covid-19 melonjak tinggi di Kabupaten Wonogiri.

Berdasarkan analisa itu Pemkab Wonogiri memutuskan untuk tidak memberikan izin bagi warga yang ingin menggelar hajatan terhitung mulai hari ini.

Bagi yang sudah terlanjur menyebar undangan hajatan, Pemkab Wonogiri melalui pemerintah kecamatan dan pemerintah desa melakukan pendekatan untuk memberikan pemahaman kepada pemilik hajatan.

Dari hasil pendekatan, warga yang memiliki hajatan menerima dengan kebijakan yang diambil Pemkab Wonogiri untuk kepentingan seluruh masyarakat.

Pasalnya kebijakan itu sebagai upaya Pemkab Wonogiri memutus mata rantai penularan covid-19.

Sebelumnya, Pemkab Wonogiri memberikan izin bagi warga untuk menggelar hajatan dengan syarat menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan jumlah tamu yang terbatas.

Pemberian izin hajatan waktu dengan pertimbangan Wonogiri saat itu masuk zona kuning dalam resiko yang sangat rendah.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul: Jadi Penyumbang Kasus Corona Terbanyak, Hajatan Dilarang di Wonogiri

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved