Berita Karanganyar Terbaru

Libur Tahun Baru, Pendakian Gunung Lawu Sepi, Biasanya 250 Orang & Kini Hanya 47 Pendaki

Jumlah pendaki Gunung Lawu saat momen pergantian tahun kali ini mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu.

TribunSolo.com/ Muhammad Irfan Al Amin
Ilustrasi : Pintu Pos penjagaan menuju jalur pendakian Cemoro Kandang, Kabupaten Karanganyar. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Muhammad Irfan Al Amin

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Jumlah pendaki Gunung Lawu saat momen pergantian tahun kali ini mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu. 

Termasuk di jalur pendakian via Cemoro Kandang. 

Hanya ada 47 orang yang terdaftar di pos penjagaan Cemoro Kandang. Jumlah tersebut turun kurang lebih 80 persen dibanding tahun lalu.

Penjaga Pos Cemoro Kandang, Agus Saryadi mengatakan para pendaki sudah datang sejak Kamis (31/12/2020) jauh sebelum waktu petang tiba. 

"Mereka sudah datang dari pukul 07.00 WIB, lalu yang paling akhir datang di pukul 17.00 WIB," kata Agus kepada TribunSolo.com, Jumat (1/1/2020). 

Baca juga: Akhir Pekan, Jalur Pendakian Cemoro Kandang Sepi Bak Tak Berpenghuni, Pengelola Duga Karena Hal Ini

Baca juga: Pendaki ke Gunung Lawu via Cemoro Kandang Anjlok, Biasanya Libur Natal 200 Orang, Kini Cuma 50 Orang

Agus menyebut jumah pendaki yang mendaki dari jalur pendakian via Cemoro Kandang mencapai ratusan saat momen pergantian tahun. 

"Setiap malam tahun baru setidaknya ada 250 pendaki yang tercatat naik," ungkapnya. 

Para pendaki tersebut, sambung Agus, secara keseluruhan datang secara berkelompok dan tidak ada yang melakukan pendakian secara sendirian. 

"Mereka bergerombol dari berdua hingga berlima," terangnya. 

Baca juga: Kisah Dwi, Kurir JNE di Kaki Gunung Lawu : Lewati Jalanan Curam, Demi Paket Kebahagiaan yang Dinanti

Baca juga: Seluruh Kamar The Lawu Park Karanganyar Sudah Dipesan untuk Tahun Baru, Tegaskan Tetap Patuh Prokes

Meski mendaki di malam tahun baru, namun mereka tidak memiliki agenda perayaan istimewa. 

"Di Gunung Lawu tidak perayaan khusus untuk malam tahun baru, ditambah lagi di masa pandemi Covid-19 yang melarang adanya perayaan atau kerumunan," tegasnya. 

Agus menambahkan meski di Gunung Lawu tidak ada perayaan khusus di malam tahun baru, namun akan selalu semarak saat peringatan 17 Agustus. 

"Di sini malam tahun baru biasa saja, tapi kalau 17 Agustus akan ada peringatan di Telogo Kuning," imbuhnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved