Breaking News:

Kongres Pasoepati 2020

Sebelum Kongres VIII Pasoepati Terlaksana, Ginda Minta Masalah Legalitas Diselesaikan Dahulu

Dewan Penasihat Pasoepati Ginda Ferachtriawan, mendesak panitia Kongres VIII Pasoepati merampungkan polemik. Ia meminta Ketua Steering Committee (SC)

Penulis: Ilham Oktafian | Editor: Agil Tri
Tribunsolo.com/Asep Abdullah Rowi
Penasihat Pasoepati, Ginda Ferachtriawan 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ilham Oktafian

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Dewan Penasihat Pasoepati Ginda Ferachtriawan, mendesak panitia Kongres VIII Pasoepati merampungkan polemik.

Ia meminta Ketua Steering Committee (SC) Kongres VIII Pasoepati, Joko Sriyanto dan Ketua Majelis Pasoepati, Ekya Sih Hananto untuk duduk bersama terlebih dulu.

Ginda sendiri menganggap jika Kongres VIII Pasoepati yang sedia digelar 10 Januari 2020 berpotensi cacat legalitas lantaran melanggar AD/ART.

"Yang sekarang jadi panitia itu siapa? Apa Majelis dan DPP masih berlaku? Karena amanat dalam AD/ART masa jabatan kan hanya 2 tahun," katanya Minggu (4/1/2021).

Baca juga: Daftar 3 Calon Presiden Pasoepati Pengganti Aulia Haryo, Bakal Adu Gagasan di Depan Dosen UNS

Baca juga: Belum Dimulai, Penasihat Pasoepati Sebut Kongres Pasoepati Salahi Prosedur

Baca juga: Papan Nama DPW FPI Solo hingga Baliho di Sukoharjo Dicopoti, Dikawal Ketat Puluhan Petugas Gabungan

Baca juga: 5 Fakta Bhayangkara FC Pindah ke Solo, Sesepuh Pasoepati Tak Rela Jika Ada Embel-embel Nama Solo

Ginda beralasan hal tersebut menjadi pelik lantaran menyangkut jumlah suara dalam korwil.

Diketahui sebelumnya, jika hitung hitungan suara dalam korwil Pasoepati sempat menimbulkan perdebatan.

DPP Pasoepati menyatakan ada 17 korwil ditambah satu duta besar (dubes) yang memiliki hak suara dalam Kongres VIII Pasoepati.

Setiap korwil masing-masing memiliki 3 suara dan 1 suara untuk dubes.

Koreografi Pasoepati, suporter Persis Solo
Koreografi Pasoepati, suporter Persis Solo (TRIBUN JATENG/GALIH PERMADI)

Namun pasangan Maryadi Gondrong-Agus Ismiyadi berpendapat jumlah korwil saat ini masih 14 plus 4 dubes.

"Mumpung masih ada waktu bikin pra konggres atau musyawarah bersama yang melibatkan penasehat maupun senior untuk menyamakan persepsi," ujarnya.

"Undang juga para perwakilan korwil maupun suku," imbuhnya.

Ginda tak mau jika Kongres VIII Pasoepati berlangsung, ada pasangan calon yang masih memperdebatkan jumlah suara.

"Hak suara tidak didetailkan, semuanya yang datang punya hak suara," katanya.

"Kalau pemilihannya musyawarah mufakat tidak masalah, tapi kalau kongres sampai coblosan akan bermasalah karena hak suara ini jadi kunci," tegas Ginda. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved