Breaking News:

Info Kecantikan

Manfaat Puasa untuk Kecantikan Kulit yang Perlu Diketahui: Bisa Detoksifikasi Racun Tubuh

Puasa ternyata bermanfaat bagi kesehatan kulit karena bisa mendetoksifikasi tubuh dengan baik.

KOLASE TRIBUN VIDEO
Ilustrasi puasa 

TRIBUNSOLO.COM - Masalah kulit bisa terjadi karena beberapa faktor tak hanya paparan sinar matahari dan polusi. Sama halnya kebiasaan makan ternyata sangat berdampak pada penampilan kulit.

Nah, puasa menjadi cara yang banyak dipilih beberapa orang dan tengah menjadi trend belakangan ini.

Melansir dari Brightside, Perubahan pola makan dapat mencegah timbulnya jerawat, kanker kulit, atau bahkan penuaan pada kulit. Sehingga bisa dikatakan jika puasa membantu meningkatkan kesehatan kulit.

Baca juga: Sayang Dilewatkan, Tips Mudah Memperlambat Penuaan Kulit: Gunakan Tabir Surya hingga Krim Mata

Baca juga: Benarkah Es Batu Bisa Menghilangkan Jerawat? Begini Penjelasan Ahli Kesehatan

Namun, perlu diingat sebelum Anda memutuskan untuk mengubah pola makan sebaiknya mengunjungi dokter agar mendapat memandu dan mengevaluasi langkah yang sedang Anda jalani.

Ilustrasi puasa
Ilustrasi puasa (KOLASE TRIBUN VIDEO)

Lalu apa sih manfaat puasa untuk kesehatan kulit?

Berikut manfaat puasa untuk kesehatan kulit dirangkum dari Brightside:

  • Mendetoksifikasi tubuh

Ketika Anda menjalankan puasa, kondisi ini bisa menunjukkan jika tubuh akan mendetoksifikasi dirinya sendiri karena ada penurunan konsumsi kalori harian. Selain itu, ini juga bisa mengarah pada penurunan kadar kolesterol dan trigliserida dalam tubuh.

Dalam studi terbaru, menunjukkan jika pasien dengan penyakit inflamasi menunjukkan hasil yang positif setelah melakukan berbagai jenis diet, termasuk puasa.

  • Mengurangi risiko kanker kulit

Penelitian lain menunjukkan jika puasa dapat membantu mengurangi risiko kanker kulit. Hal ini karena saat puasa dapat membantu mengurangi penyebaran sel kanker.

Namun, penelitian ini baru dilakukan pada tikus. Meski begitu, ini memberikan kabar yang menggembirakan karena para ilmuwan melihat jumlah sel induk hematopoietik (HSC) bertambah.

Halaman
1234
Penulis: Reza Dwi Wijayanti
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved