Selain Insiden Pesawat Sriwijaya Air Jatuh, Ada Longsor Hantam 14 Rumah di Sumedang Awal Tahun 2021

Bukan hanya insiden pesawat jatuh yang membuat duka awal tahun 2021 ini, ternyata bencana lain terjadi di Desa Cihanjuang, Kabupaten Sumedang.

kompas.com
Bencana tanah longsor di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, terjadi pada Sabtu (9/1/2021). Dua kali longsor terjadi, yaitu pada pukul 16.00 WIB dan sekitar pukul 19.30 WIB. (dok B) 

TRIBUNSOLO.COM - Insiden jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 sudah membuat duka yang mendalam untuk memulai Tahun 2021 ini. 

Saat ini tim gabungan juga terjun untuk melakukan pencarian pesawat Sriwijaya Air SJY 182 rute Jakarta-Pontianak yang jatuh di sekitar perairan Kepulauan Seribu itu.

Bukan hanya insiden pesawat jatuh yang membuat duka awal tahun 2021 ini, ternyata bencana lain terjadi di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Baca juga: Penampakan Helikopter Lanud ATS Bogor yang Diterjunkan Cari Pesawat Sriwijaya Air SJ 182

Baca juga: Seorang Pramugari Sriwijaya Air SJ-182 Minta Rumahnya Dibersihkan, Sempat Pamit Tak Bisa Pulang

Bencana longsor menerjang setidaknya 14 rumah di Dusun Bojong Kondang, RT 03/10, Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (9/1/2021).

Berkaitan bencana itu, Kementerian Sosial ( Kemensos) memberikan bantuan untuk para korban bencana tanah longsor di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Total bantuan yang telah disalurkan senilai Rp 1.053.703.150.

Jumlah ini terdiri dari bantuan logistik tanggap darurat sebsar Rp 888.671.350, beras reguler senilai Rp 31.800.000, dan santunan ahli waris untuk 11 orang dengan indeks Rp 15 juta/ahli waris sebesar Rp 165.000.000.

"Fokus pemerintah dalam bencana ini, untuk memastikan kebutuhan kesehatan dan kebutuhan sehari-hari para korban selamat bisa terpenuhi," kata Kepala Badan Pendidikan Penelitian dan Penyuluhan Sosial Kemensos, Syahabudin, melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Minggu (10/1/2021).

Adapun bantuan logistik terdiri dari tenda serbaguna keluarga sebanyak 10 unit, velbed 150 unit, matras 1.200 lembar, kasur 600 buah, dan selimut 1.000 lembar.

Syahabudin mengatakan, pihaknya akan mengerahkan taruna siaga bencana (tagana) untuk membantu proses evakuasi korban.

Kemensos juga mengaktivasi pelayanan dapur umum lapangan dan layanan dukungan psikososial.

Sebelumnya diberitakan, bencana longsor menerjang setidaknya 14 rumah di Dusun Bojong Kondang, RT 03/10, Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (9/1/2021).

Sebelas orang dikabarkan tewas tertimbun, termasuk Komandan Koramil Cimanggung Kapten Inf Setiyo Pribadi, Kepala Seksi Trantibum Kecamatan Cimanggung Suhada dan Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumedang Yedi.

Diduga ketiga korban tersebut tewas saat terjadi longsor susulan di lokasi tersebut.

Pencarian korban dihentikan sementara setelah Tim SAR gabungan menemukan ada retakan di atas bukit yang berpotensi dapat menimbulkan terjadinya longsor susulan. 

"Kami akan kembali maksimalkan pencarian esok hari. Seluruh korban dievakuasi ke Puskesmas Sawahdadap (Cimanggung)," jelas Kepala Basarnas Bandung Deden Ridwansah, Minggu (10/1/2021). (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Longsor di Sumedang, Kemensos Salurkan Bantuan Rp 1,053 Miliar

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved