Proyek Tol Solo Jogja

Hanya 9 Bidang Tanah, Ganti Rugi Tol Solo-Jogja di Mendak Delanggu Klaten Tembus Rp 17 Miliar

Staf Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jalan Tol Yogyakarta-Solo, Christian Nugroho mengungkapkan, wilayah itu merupakan desa kedua di Klaten.

TribunSolo.com/Laily Rachev Biro Setpres
ILUSTRASI TOL : Jalan Tol Pekanbaru-Dumai Sepanjang 131,5 Kilometer yang diresmikan Presiden Joko Widodo Jumat (25/9/2020).Tol trans-Sumatera ruas Pekanbaru-Dumai sepanjang 131,5 kilometer ini menelan biaya Rp 12,18 triliun yang bisa dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan produktif, baik untuk masyarakat Riau maupun masyarakat yang melintasi Pulau Sumatera. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Sejumlah warga Desa Mendak, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten menerima ganti rugi proyek Tol Solo-Jogja.

Tak tanggung-tanggung, ada Rp 17 miliar yang gelontorkan hanya untuk 9 bidang milik warga, pada Rabu (13/1/2021).

Staf Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jalan Tol Yogyakarta-Solo, Christian Nugroho mengungkapkan, wilayah itu merupakan desa kedua di Klaten yang menerima ganti rugi.

"Kemarin kami telah melakukan pembayaran ganti rugi di Desa Mendak, ini sudah yang kedua kalinya," ungkapnya kepada TribunSolo.com, Kamis (14/1/2021).

Baca juga: Ruas Tol Solo-Ngawi Dipasang Pita Kejut, Sadarkan Pengendara yang Mulai Ngantuk

Baca juga: 90 Bidang Tanah di Desa Kahuman Klaten Terdampak Proyek Tol Yogya - Solo, Ganti Rugi Rp 23 M 

Di Desa Mendak sendiri diketahui terdapat sekitar 24 bidang tanah yang terdampak proyek trans Jawa itu.

Namun, untuk tahap awal baru 9 bidang tanah yang mendapatkan ganti rugi.

"Baru turun sembilan, sisanya masih perbaikan data," kata Christian.

Menurutnya, sembilan bidang tanah yang menerima uang ganti rugi tersebut memiliki luas tanah sekitar 16.232 meter persegi.

Ia merinci luas total dana yang dikeluarkan dari 9 bidang terdampak tol di desa itu berjumlah Rp 17.431.367.600.

"Tanah seluas 16.232 meter persegi tersebut memiliki nilai total sekitar Rp 17 miliar lebih," ucapnya.

Lapangan Terdampak

Warga Dukuh Kebayanan III, Desa Tambakan, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten bergejolak.

Warga Muryanto (48), mengatakan, gejolak muncul karena hampir 80 persen lahan lapangan bola terdampak proyek Jalan Solo-Jogja.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved