Breaking News:

Tokoh Selebriti hingga Selebgram Terdampak Bocornya Data Pengguna Instagram, Facebook, dan LinkedIn

Diklaim kebocoran data ini mengakibatkan setidaknya lebih dari 214 juta data pengguna terekspos di internet.

Editor: Naufal Hanif Putra Aji
TribunPekanbaru
Ilustrasi - Media sosial 

Terakhir, ada 11, 6 juta akun Instagram yang terkekspos data pribadinya. Informasi pribadi tersebut termasuk 6 juta nomor telepon, 11 juta alamat email, foto profil, deskripsi akun, jumlah follower dan following, hingga tagar yang sering digunakan.

Dihimpun KompasTekno dari situs Situs Safety Detectives, Jumat (15/1/2021), sebagian data pengguna Instagram yang bocor berasal dari akun milik selebgram, termasuk food blogger, tokoh selebriti, dan influencer lainnya.

Baca juga: Cara Klaim Token Listrik Gratis 2021: Bisa Melalui Website hingga WhatsApp

Bukan kebocoran yang pertama

Sebagai perusahaan manajemen media sosial, Socialarks sedianya bertugas untuk membangun merek, pemasaran hingga mengelola pelanggan dari perusahaan ataupun pedagang online yang menggunakan jasanya.

Socialarks diketahui menggunakan platform manajemen data (DMP) dalam melakukan pemasaran otomatis untuk berbagai perusahaan di seluruh China. Mereka menerapkan ini di aplikasi iOS maupun Android dalam beberapa tahun terakhir.

Namun, tim Safety Detectives mengungkapkan bahwa ternyata basis data yang digunakan Socialarks tidak aman serta bersifat terbuka untuk publik, tanpa dilindungi oleh kata sandi ataupun enksripsi.

Dengan begitu, basis data yang berisi informasi pribadi pengguna tersebut dapat dengan mudah diakses jika seseorang memiliki alamat IP server tersebut. Kebocoran data terjadi di server Socialarks yang di-hosting oleh Tencent.

Kasus kebocoran data yang dialami Socialarks kali ini bukanlah yang pertama. Tim Safety Detectives mengungkapkan, perusahaan asal China itu juga pernah mengalami kebocoran data 150 juta akun pengguna dari media sosial yang sama pada Agustus 2020 lalu

Menurut tim Safety Detectives, pengambilan data (data scraping) oleh perusahaan yang disimpan di basis data, seperti yang dilakukan Socialaraks, sebenarnya tidak berbahaya apabila dilakukan secara legal dan untuk tujuan riset pasar online.

Namun, meskipun data tersebut diperoleh secara legal, perusahaan harus memastikan menyimpan data-data tersebut dengan aman. Jika tidak, kebocoran data seperti Socialarks dapat terjadi dan bisa merugikan banyak pihak.

Informasi pribadi seperti nomor telepon, alamat email, dan tanggal lahir yang bocor bisa dimanfaatkan oleh penjahat cyber untuk melakukan penipuan bahkan pencurian identitas.

Dalam kasus lain, pengguna yang datanya bocor bisa dijadikan target phising dan penyebaran malware. Selain itu, sejumlah besar data yang bocor bisa juga dijual atau diberikan kepada aktor kriminal lainnya.

(Kompas)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Data Ratusan Juta Pengguna Instagram, Facebook, dan LinkedIn Bocor",

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved