Breaking News:

Viral Bupati Sukoharjo Marahi Pedagang, Ganjar: Kalau Beneran Gak Bisa Makan ya Harus Diberi Bantuan

Menurut Ganjar Pranowo, sebenarnya ada dua pendekatan yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi kejadian serupa tidak terulang kembali di Jateng.

Pemprov Jawa Tengah
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo soroti aksi Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya yang marah-marah ke pedagang. 

TRIBUNSOLO.COM - Belakangan viral video Bupati Sukoharjo Wardoyo memarhi pedagang yang nekat membuka warung melebihi peraturan jam operasional saat Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali.

Terkait hal itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memberikan tanggapannya.

Baca juga: Ganjar Pranowo Dukung Pengembangan Alat Pendeteksi Covid-19 GeNose C-19, Siap Bantu Pendanaan

Baca juga: Isi Lengkap Revisi Surat Edaran Bupati Sukoharjo, Restoran Boleh Buka Sampai Jam 9 Malam

"Sekda sudah saya mintakan seperti kemarin dibuatkan aturan begitu. Kalau mau buka masih terima tamu silakan, tapi sampai pukul 19.00 WIB, setelah itu take away. Nah, kalau nanti ini bisa kita sosialisasikan lagi, mudah-mudahan kepala daerah-daerah lain juga ikut belajar tentang ini," jelas Ganjar kepada Kompas.com, Kamis (14/1/2021).

Ganjar Pranowo pada saat menghadiri pencenangan Desa inklusif di Desa Jatisobo, Kecamatan Polokarto, Sukoharjo, Kamis (19/11/2020).
Ganjar Pranowo pada saat menghadiri pencenangan Desa inklusif di Desa Jatisobo, Kecamatan Polokarto, Sukoharjo, Kamis (19/11/2020). (tribunsolo.com/AgilTri)

Menurut dia, sebenarnya ada dua pendekatan yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi kejadian serupa tidak terulang kembali di Jateng.

"Yang pertama memang mereka harus dikasih tahu, dikomunikasikan jam berapa tutupnya. Kalau ada kesulitan-kesulitan misalkan 'saya kalau enggak jualan seperti ini ya engga bisa makan' kalau memang betul-betul enggak bisa makan ya harus diintervensi dikasih makan maka ada bantuan sosial tinggal didata," ujarnya.

Ganjar berharap usai peristiwa yang terjadi di Sukoharjo tersebut, dapat terjalin kesepakatan antara kedua belah pihak.

 "Saya sih menghormati pedagang yang butuh solusi, tapi saya juga menghormati bupati yang sudah mengambil tindakan tegas. Hanya mungkin kesepakatan itulah yang mesti dipahami kedua belah pihak," ucapnya.

Ia menyadari sejak pandemi Covid-19 mewabah selama kurang lebih 10 bulan ini masih banyak masyarakat yang belum mematuhi peraturan.

Untuk itu, sosialisasi soal penerapan peraturan terkait PPKM harus terus menerus dilakukan.

"Kita butuh sosialisasi terus menerus apa itu kerumunan, apa itu jaga jarak, bagaimana aturan masker," katanya.

Halaman
1234
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved