Berita Solo Terbaru

Saat PSBB, Direktur TSTJ Solo Sebut Jumlah Pemancing Lebih Banyak Daripada Pengunjung

Jumlah pengunjung wisatawan di Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) cenderung Solo sepi saat pembelakuan PSBB. Kendati demikian, jumlah pemancingnya malah me

Penulis: Ilham Oktafian | Editor: Agil Trisetiawan
TribunSolo.com/Ilham Oktafian
Suasana Kolam Pemancingan di TSTJ Solo, Minggu (17/1/2021). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ilham Oktafian

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Jumlah pengunjung wisatawan di Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) cenderung Solo sepi saat pembelakuan PSBB.

Kendati demikian, jumlah pemancingnya malah mengalami peningkatan.

Diketahui jika beberapa bulan lalu TSTJ membuka objek pemancingan di salah satu sudut bonbin kebanggaan warga Solo itu.

Menurut Direktur Perusahaan Daerah (PD) TSTJ Solo, Bimo Wahyu Widodo Dasir Santoso, jumlah pemancing berkisar diantara 30 orang perhari.

Sementara untuk wisatawan hanya berkisar diantara 20 orang.

"Kalau pemancing 25-30 orang, kalau pengunjung 15-20 orang," katanya Minggu (17/1/2021).

Baca juga: Hampir Sepekan PSBB, Satpol PP Solo Temukan 40 Pelanggar Prokes Covid-19, Ini Jenis Pelanggarannya

Baca juga: Solo PSBB, Taman Satwa Taru Jurug Sepi Pengunjung, Hanya 20 Orang Per Hari

Baca juga: Masih Ada Masyarakat di Solo yang Pergi ke Pasar Tak Pakai Masker, Langsung Dapat Teguran Petugas

Baca juga: 18 Tenaga Kesehatan Kota Solo Belum Vaksinasi Covid-19, Dinas Kesehatan : Karena Tensi Tinggi

Bimo mengaku jika meningkatnya jumlah pemancing lantaran beberapa hal.

Salah satunya suasana tempat pemancingan di TSTJ berbeda dibanding objek pemancingan lain.

"Ikannya juga banyak, ada lele kutuk, nila dan sapu sapu," katanya.

Pengunjung saat memberikan makan hewan koleksi di TSTJ Solo, Minggu (17/1/2021).
Pengunjung saat memberikan makan hewan koleksi di TSTJ Solo, Minggu (17/1/2021). (TribunSolo.com/Ilham Oktafian)

Bimo sendiri membandrol tiket masuk untuk kolam pemancingan sebesar Rp 25 ribu.

"Ikannya dapat berapa kilopun bisa dibawa pulang dan gratis," paparnya.

Lebih lanjut meski menjadi spot favorit, namun pihaknya membatasi jumlah pemancing hanya 200 orang setiap harinya.

"Prokesnya tetep ketat," pungkasnya.

"Kalau sudah 200 orang kita stop," tandasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved