Breaking News:

Berita Karanganyar Terbaru

Ada Kerumunan di Area Pedesaan, Satpol PP Sebut karena Satgas Jogo Tonggo Karanganyar Belum Maksimal

Banyaknya pelanggaran disiplin di area pedesaan di Karanganyar selama masa PSBB disebabkan kurang maksimalnya Satgas Jogo Tonggo.

Penulis: Muhammad Irfan Al Amin | Editor: Ryantono Puji Santoso
istimewa Satpol PP Karanganyar
Satpol melakukan razia di sejumlah warung yang masih buka di malam hari pada masa pelaksanaan PSBB. 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Muhammad Irfan Al Amin

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Banyaknya pelanggaran disiplin di area pedesaan di Karanganyar selama masa PSBB disebabkan kurang maksimalnya Satgas Jogo Tonggo.

Satpol PP Karanganyar menegaskan pentingnya keberadaan Satgas Jogo Tonggo di area desa. 

Menurut Kepala Satpol PP Karanganyar, Yophi Eko Jati Wibowo, penegasan ini dilakukan setelah menerima banyak laporan dari warga. 

Baca juga: Sepekan PSBB, 360 Orang Kena Sanksi Pelanggaran Protokol Kesehatan di Sukoharjo 

Baca juga: Tak Hanya Solo, Covid-19 di Klaten Juga Naik Drastis di Tengah PSBB, Sehari 102 Kasus Positif Baru

"Di desa-desa masih banyak angkringan atau hik yang buka hingga larut lewat jam 7 malam," katanya kepada TribunSolo.com pada Senin (18/1/2021). 

Keberadaan angkringan tersebut membuat kerumunan warga semakin ramai. 

"Seharusnya pada masa PSBB kita di rumah saja, namun karena angkringan pada buka jadi berkerumun akhirnya," jelasnya.

Yophi mengakui pihaknya masih belum bisa menjangkau secara maksimal di area desa sehingga Satgas Jogo Tonggo perlu dimaksimalkan.

"Mobilitas kami terbatas sehingga butuh bantuan dari pemerintah kecamatan hingga desa," terangnya.

Adapun pedagang angkringan yang protes karena kehilangan sumber nafkah, Yophi menjanjikan bantuan selama masa PSBB ini. 

Baca juga: Akhir Pekan di Tawangmangu Karanganyar saat PSBB: Objek Wisata Sepi, Jalanan Ramai

"Nanti akan kami data dan kami serahkan ke Dinsos untuk menerima bantuan," ujarnya.

"Bantuan tersebut berupa paket sembako di saat sumber mata pencaharian mereka tutup," jelasnya. 

Selama seminggu pelaksanaan PSBB, Yophi menyebut ada tiga kecamatan yang menjadi sorotan dengan tingkat pelanggaran paling tinggi.

"Ada Jaten, Kebakkramat dan Colomadu," ungkapnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved