Breaking News:

Berita Solo Terbaru

Corona Solo Tembus 1.201 Kasus saat PSBB, Satgas : Karena Tracing Masif

Terjadi penambahan 1.201 kasus pasien positif Covid-19 selama sepekan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) atau PSBB.

Penulis: Adi Surya Samodra | Editor: Ryantono Puji Santoso
Tribunjogja.com | Hasan Sakri
ILUSTRASI : Petugas medis mengambil sampel darah pedagang pasar dalam rangka rapid test massal di Pasar Bantul, Rabu (24/6/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Terjadi penambahan 1.201 kasus pasien positif Covid-19 selama sepekan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) atau PSBB.

Bila menilik Data Covid-19 Kota Surakarta, terdapat 5.854 kasus pasien positif Covid-19 per Senin (11/1/2021).

Sementara, jumlah pasien positif Covid-19 sebanyak 7.055 kasus per Senin (18/1/2021).

Baca juga: Update Corona Solo 17 Januari 2021: Ada 112 Warga Positif, Kini Hampir Sentuh 7.000 Kasus

Baca juga: Ponpes di Colomadu Jadi Klaster Corona, 8 Santri Positif & 20 Santri Reaktif saat Rapid Test Massal

Ketua Pelaksana Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Solo, Ahyani mengatakan tajamnya penambahan kasus tersebut disebabkan hasil tracing.

"Karena kita banyak temukan kasus setelah libur akhir tahun itu. Kita tracing secara masif," kata Ahyani.

Terjadi dua kali tren penambahan tajam selama penerapan PSBB Kota Solo, yakni saat dua hari awal. 

Masing-masing ada penambahan 250 dan 300 kasus pasien positif Covid-19.

Baca juga: Angka Corona di Solo Tembus 728 Kasus di Tengah PSBB, Wali Kota Rudy : Libur Akhir Tahun Penyebabnya

Setelahnya, tren jumlah penambahan kasus pasien positif Covid-19 mengalami penurunan.

Meski perlahan mengalami penurunan jumlah kasus, Ahyani menilai pengaruh PSBB belum bisa dilihat saat ini. 

Pengaruh tersebut diperkirakan baru bisa kentara seusai pelaksanaan PPKM selesai pada 25 Januari 2021.

"Harapannya memang bisa terjadi penurunan kasus," kata dia.

Sementara itu, Ahyani menuturkan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo masih belum mau mengubah kebijakan PSBB.

"Sampai sekarang belum ada perubahan. Toko tutup pukul 19.00 WIB, kuliner sesuai jam operasionalnya, tapi tetap kita patroli, kapasitas harus dibatasi 25 persen, ada kerumunan kita bubarkan," ujarnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved