Breaking News:

Cerita Sedih Pengungsi Gempa Sulbar: Bongkar Tenda karena Pemilik Tanah Marah Tanamannya Rusak

Saat ini jumlah pengungsi akibat gempa bumi 6,2 SR mengguncang wilayah Majene sebanyak 27.850 orang di 25 titik pengungsian.

Editor: Hanang Yuwono
TRIBUN TIMUR/NURHADI
Warga Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Sulbar mengungsi ke perbukitan dengan mendirikan tenda usai diguncang gempa magnitudo 6.2 pada pukul 02.30 Wita dini hari. Foto tidak ada kaitannya dengan berita - - Gara-gara pemilik tanah marah, seorang pengungsi korban gempa di Majene terpaksa membongkar tendanya. 

TRIBUNSOLO.COM -- Kisah sedih harus dialami seorang pengungsi korban gempa di Majene.

Ia terpaksa membongkar tendanya karena pemilik tanah takut tanaman miliknya akan rusak atau mati.

Baca juga: Kejinya Pemuda Sukoharjo Ini : Sudah Tak Beri Rp 1 Juta, Tawarkan ABG yang Disetubuhi di Status FB

Baca juga: BACAAN Doa Agar Terhindar dari Bencana Alam: Termasuk Banjir, Longsor, Gempa, dan Gunung Meletus

Pengungsi yang mengalami ini adalah Idris warga Kecamatan Somba, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar).

Pengusiran ini terungkap setelah viral di media sosial dan menjadi perbicangan waganet.

Pemilik akun mengunggah foto pengungsi yang sedang membongkar tenda.

"Yang sabar keluargaku di Somba. Terpaksa todri pindah karena nausir yang punya tanah. Padahal untuk sementaraji ditempati kasian. Napasalama tau puang Lina ahera, " tulis pemilik akun FB.

Sementara Idris, seorang pengungsi di Kecamatan Somba, Majene membenarkan kejadian itu.

"Tidak diusir pak, hanya marah yang  punya tanah karena tanamannya yang punya tanah ada di situ," kata Idris.

Tenda yang sudah terpasang pun langsung dibongkar oleh Idris bersama keluarga nya. Mereka kemudian mencari lokasi tidak jauh dari tempat itu.

Idris dan keluarga tinggal di posko pengungsian bersama dengan lima kepala keluarga.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved