Breaking News:

Keinginan Terakhir Gadis 15 Tahun Korban Sriwijaya Air, Minta Pakaian Serba Baru Sebelum Terbang

Kejadian jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu menyisakan kisah pilu dari keluarga yang ditinggalkan.

Editor: Naufal Hanif Putra Aji
(TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Abrori)
Prosesi pemakaman jenazah Dinda Amalia, korban kecelakaan pesawat Sriwijaya SJ 182 asal Kabupaten Kubu Raya, di Pemakaman Muslim Sungai Durian, Kabupaten Kubu Raya, pada Minggu 17 Januari 2021 pagi. 

TRIBUNSOLO.COM - Kejadian jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu menyisakan kisah pilu dari keluarga yang ditinggalkan.

Satu diantara korban kecelakaan, Dinda Amelia (15) ternyata sempat meminta sejumlah permintaan kepada ayahandanya.

Baca juga: Kisah Pilu Korban Pesawat Sriwijaya Air SJ 182, Cinta Sehidup Semati hingga Dimakamkan Terpisah

Sang ayah memercayai, bahwa permintaan Dinda merupakan pertanda anaknya akan tiada.

Haryanto selaku ayah Dinda bercerita, permintaan sang anak diajukan sebelum korban naik pesawat Sriwijaya Air SJ 182.

"Waktu dia mau berangkat itu, mungkin ini tanda-tandanya juga sih ya. Dia itu minta dibeliin semuanya serba baru. Sepatu minta baru, Handphone nya itu juga sampai minta beli baru. Sampai saya nyariin ke kawan-kawan pinjaman, karena uang masih kurang," ungkap Haryanto sambil mengenang Dinda.

"Jadi saya beliin baru itu semuanya. Bajunya, sweaternya itu semua baru pas berangkat."

Jasad Dinda diketahui telah diserahkan ke pihak keluarga pada Minggu (17/1/2021) kemarin.

Dinda kemudian dikebumikan di Makam Muslim Sungai Durian, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.

Diketahui, Dinda berangkat dari Jakarta bersama istri dari Kepala Dinas Logistik (Kadislog) Lanud Supadio, Kolonel Teknik Akhmad Khaidir, dan kedua anaknya.

Keempat orang tersebut diketahui pergi dalam rangka berlibur.

Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved