Breaking News:

Tiga Bahaya Rapid Test Antigen Dilakukan Sendiri : Dari Pendarahan Hidung Hingga Trauma

Berikut tiga bahaya bila melakukan rapid test antigen, dari hasil yang bisa salah hingga trauma pasca tes

TribunSolo.com/Adi Surya
Masyarakat menjalani uji rapid test antigen di TSTJ Solo, Minggu (27/12/2020). 

TRIBUNSOLO.COM - Penggunaan alat rapid test antigen ternyata dilarang oleh para ahli kesehatan.

Menurut Epidemiolog Universitas Griffith, Australia, Dicky Budiman, rapid test antigen hanya bisa dilakukan oleh para ahli yang memiliki kompetisi di bidang itu.

Baca juga: Cari Rapid Test Antigen di Karanganyar? Ini Lokasinya, Harga, Hari Pelayanan & Nomor Telp Pemesanan

Baca juga: Baru Buka, Rapid Test Antigen Gratis di Terminal Tirtonadi Solo Diserbu Puluhan Pemudik Luar Kota

Jika orang yang tidak berkompeten memaksakan diri untuk melakukan uji tes, maka hasilnya bisa tidak signifikan.

"Bisa jadi hasil rapid test antigen yang seharusnya positif menjadi negatif atau sebaliknya," katanya pada Rabu (20/1/2021).

Dirinya membandingkan di beberapa negara maju, seluruh kegiatan rapid test antigen selalu berbasis laboratorium meskipun itu kecil.

"Seperti di Australia. meskipun hanya untuk spesimen kecil tapi kami tetap menggunakan laboratorium," imbuhnya.

Selain adanya kemungkinan kesalahan hasil pasca pemeriksaan, potensi terburuk kedua akibat rapid test antigen mandiri adalah pendarahan.

Menurut dr Sarwastuti Hendrawati, resiko pendarahan di hidung besar kemungkinan terjadi bila tidak dilakukan oleh ahli.

"Banyak anatomi hidung yang sifatnya sensitif dan membutuhkan penanganan khusus," ungkapnya.

Selain luka, potensi terjadinya trauma akibat penanganan orang yang tidak kompeten juga akan terjadi.

"Apabila ahli yang berkompeten yang melakukan, akan ada tindakan pasca rapid test antigen," terangnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bahaya Rapid Antigen Mandiri, dari Hasil Tak Akurat hingga Pendarahan", 

Editor: Muhammad Irfan Al Amin
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved