Breaking News:

Penanganan Covid

Penanganan Covid di Indonesia Kerap Dikritik, Jokowi: Komentar Mungkin Mudah, tapi Praktiknya Sulit

Presiden Joko Widodo mengungkapkan sulitnya penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia.

KOMPAS.COM/ANDI HARTIK
Presiden Joko Widodo saat hadir secara virtual dalam Dies Natalis ke-58 Universitas Brawijaya (UB), Selasa (5/1/2021). 

TRIBUNSOLO.COM -- Penanganan Covid-19 di Indonesia kerap mengundang kritik dari sejumlah pihak.

Menanggapi hal itu, Presiden Joko Widodo mengungkapkan sulitnya penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia.

Sebab kata Jokowi, penanganan Covid juga harus sejalan dengan pemulihan ekonomi.

Baca juga: Sejumlah Kelurahan Ditutup, Kini Giliran Puskesmas Klaten Tengah, Gegara Dua Nakes Kena Covid-19

Baca juga: Kasus Positif Covid-19 di Indonesia Diprediksi Tembus 1 Juta, IDI Tuding Ada Dua Biang Keroknya

Menurut Jokowi, berbagai pihak dengan mudah menyampaikan komentar atas penanganan pandemi di Indonesia. Namun, kenyataannya, praktik yang dilakukan pemerintah tidak mudah.

"Ini adalah masa yang sulit, masa yang tidak mudah, masa yang tidak gampang," ujar Jokowi saat memberi sambutan dalam 11th Kompas 100CEO Forum 2021 yang digelar secara virtual, Kamis (21/1/2021).

Dia lantas menjelaskan, penanganan Covid-19 di hampir semua negara di dunia juga hampir sama sulitnya dengan di Indonesia.

Sebab, tidak hanya menangani kesehatan, pemulihan ekonomi akibat dampak pandemi juga harus terus dilakukan.

Kedua hal tersebut menurutnya harus berjalan bersamaan agar dampak sosial secara jangka panjang tidak semakin buruk.

"Mengatur manajemen, gas dan rem ini juga harus pas. Sesuatu yang tidak mudah dalam praktik. Kalau yang ngomentari mungkin (mudah) tapi saat dipraktikkan itu sulit," ungkapnya.

"Oleh sebab itu, ke depan tantangan dan peluang yang ada harus kita hadapi dan kita raih," lanjut Jokowi.

Untuk mengantisipasi dampak pandemi di Indonesia, Jokowi menyebut ada langkah jangka pendek yang akan dilanjutkan pemerintah yakni program bantuan sosial (bansos), insentif pajak, bantuan modal hingga kartu pra kerja.

"Untuk apa? Agar ada daya beli. Agar ada konsumsi, agar ada demand. Meskipun sebetulnya ruang yang paling besar untuk meningkatkan demand itu adalah kelas menengah yang sampai saat demand-nya belum bergerak naik," tambah Jokowi.

Catatan Redaksi: Bersama-kita lawan virus corona. TribunSolo.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat pesan ibu, 3M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak).

 Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul: Jokowi soal Penanganan Pandemi: Bagi yang Komentar Mungkin Mudah, tapi Praktiknya Sulit ...

Editor: Hanang Yuwono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved