Berita Sragen Terbaru
Anggota DPRD Sragen Sebut Kesadaran Masyarakat saat PSBB Masih Rendah
Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sragen Faturahman menyoroti pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten S
Penulis: Rahmat Jiwandono | Editor: Agil Trisetiawan
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Rahmat Jiwandono
TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN – Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sragen Faturahman menyoroti pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Sragen selama 12 hari ini.
Fathurahman menilai kesadaran masyarakat masih kurang tanggap.
”Hajatan kenyataanya masih ada di beberapa tempat meskipun di tengah jalan diberhentikan Satgas,” ujarnya pada Sabtu (23/1/2021).
Dia meminta Satgas Covid-19 Kabupaten Sragen untuk bertindak tegas lantaran tempat nongkrong dan tempat makan juga masih tidak memenuhi ketentuan kapasitas 25 persen pengunjung.
"Seperti kafe atau tempat ngopi tidak menerapkan 25 persen kapasitas makan di tempat," tutur Anggota Komisi IV DPRD Sragen itu.
Baca juga: PPKM Sudah Berjalan 12 Hari, Anggota DPRD Sragen Sebut Satgas Desa Belum Aktif
Baca juga: Sinden Kondang asal Sragen Suji Mentir Sakit Stroke, Kini Kondisinya Memprihatinkan
Baca juga: Suji Mentir Dimata Dalang asal Sragen: Memiliki Karakter Suara yang Kuat, hingga Disukai Masyarakat
Baca juga: 115 Tempat Tidur Pasien Covid-19 RS Kasih Ibu Solo Penuh, Ada Yang Tunggu di IGD
Oleh karena itu, ia meminta Satgas Covid-19 Kabupaten Sragen bertindak tegas.
"Pemkab Sragen belum memberi sanksi kepada pemilik usaha kafe maupun tempat ngopi."
"Harus bergerak langsung Ini melanggar ditutup seperti ini yang kami inginkan,” tegasnya.
Peran Desa Masih Kurang
Fathurahman menyatakan, satuan petugas (satgas) Covid-19 di tingkat desa banyak yang belum bergerak selama PPKM.
"Perangkat dan lurah masih tenang-tenang saja," kata Fathurahman, Sabtu (23/1/2021).
Terlebih instruksi bupati terkait jogo tonggo masih banyak yang belum aktif.
"Program kebijakan jogo tonggo untuk menjaga dan memastikan wilayahnya bebas dari Covid-19," tuturnya.
Adapun kendala belum aktifnya satgas di tingkat desa adalah belum adanya anggaran.
"Banyak desa yang belum menganggarkan tentang anggaran covid lewat dana desa,” jelasnya.
Dia membandingkan awal penyebaran Covid-19 itu, satgas desa bagus dalam bekerja.
Setiap pemudik lapor ke desa.
"Namun sekarang setelah new normal tidak ada lagi semacam itu."
"Harusnya ada motivasi dari pemkab untuk menekankan itu," imbuh dia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/anggota-komisi-iv-dprd-sragen-fathurahman.jpg)