Breaking News:

Kisah Pria Palestina Keliling Indonesia Jual Nasi Biryani & Kebuli Pakai Motor, Kini Singgah di Solo

Uniknya, Jehad mencoba berjualan keliling Indonesia dengan menggunakan motor Mega Pro bertuliskan 'Gaza Food & Drink, Nasi Ayam Biryani 20K (Ribu)'.

TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
Jehad Mohammed berkeliling Indonesia dengan menggunakan motor Mega Pro bertuliskan 'Gaza Food & Drink, Nasi Ayam Biryani 20K (Ribu)' ditemui di indekosnya di Keprabon Lor, Kelurahan Keprabon, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Sabtu (23/1/2021). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Perjuangan Jehad Mohammed untuk bertahan hidup di Indonesia penuh lika-liku.

Ya, pria 31 tahun asal Gaza Palestina itu harus banting tulang berjualan kuliner keliling kabupaten/kota gegera pandemi.

Dia telah tinggal di Indonesia lebih dari 3,5 tahun ini.

Uniknya, Jehad mencoba berjualan keliling Indonesia dengan menggunakan motor Mega Pro bertuliskan 'Gaza Food & Drink, Nasi Ayam Biryani 20K (Ribu)'.

Nasi Ayam Biryani atau biasanya orang mengenalnya Nasi Kebuli merupakan makanan berupa nasi yang dimasak dengan paduan berbagai rempah khas Timur Tengah, kemudian ditambah ayam dan sayuran.

Bahkan foto dirinya tidak lupa dipasang bersama dengan nama lengkapnya.

Penampakan Nasi Ayam Biryani atau Kebuli yang dijual Jehad Mohammed ditemui indekosnya di Keprabon Lor, Kelurahan Keprabon, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Sabtu (23/1/2021).
Penampakan Nasi Ayam Biryani atau Kebuli yang dijual Jehad Mohammed ditemui indekosnya di Keprabon Lor, Kelurahan Keprabon, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Sabtu (23/1/2021). (TribunSolo.com/Mardon Widiyanto)

Kini, dia mendarat di Kota Solo dan baru memilih indekos di Keprabon Lor, Kelurahan Keprabon, Kecamatan Banjarsari.

Lantas bagaimana lika-liku kehidupannya berjualan kuliner khas Timur Tengah itu?

Selama beberapa tahun menetap di Indonesia, Jehad menekuni dunia kuliner dengan menawarkan makanan khas yang dia buat yakni Nasi Ayam Biryani.

Dia menceritakan, selama 1 tahun ia tinggal di Bali, kemudian 1 tahun di Bogor, dan 1,5 tahun di Purwokerto.

Baca juga: 300 Kambing & Berton-ton Beras Diolah Jadi Nasi Kebuli,Dibagikan untuk Jemaah Haul Habib Ali di Solo

Baca juga: Abu Bakar Baasyir Batal Pulang, Panitia Penyambutan Terlanjur Pesan 1.600 Bungkus Nasi Kebuli

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved