Tetangga Ungkap Perilaku Aneh Terduga Teroris yang Ditangkap di Aceh, Sempat Perlihatkan Video Sadis

Keduanya diamankan di rumahnya masing-masing di Gampong Sidorejo, Kecamatan Langsa Lama, dan Gampong Teungoh, Kecamatan Langsa Kota.

KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI
ILUSTRASI - Petugas Densus 88 tengah berjaga di sekitar rumah terduga teroris di Kawasan Perumahan Kunciran Indah, Pinang, Tangerang, Banten, Rabu (16/05/2018). Sejumlah barang bukti dan tiga orang terduga teroris telah diamankan tim Densus 88 Antiteror Polri. 

TRIBUNSOLO.COM - Tim Detasemen Khusus (Densus) Anti Teror (AT) Mabes Polri beberapa waktu lalu mengamankan MY SJ (40) dan MY (46) di Kota Langsa, Kamis (21/1/2021).

Keduanya diamankan di rumahnya masing-masing di Gampong Sidorejo, Kecamatan Langsa Lama, dan Gampong Teungoh, Kecamatan Langsa Kota.

Baca juga: Abu Bakar Baasyir Bebas Murni, Peran Keluarga Tetap Penting, Ini Penjelasan Pengamat Terorisme

Berdasarkan informasi dihimpun Serambi, selama berapa tahun terakhir ini mulai berperilaku aneh di lingkungan sekitar tempat tinggalnya.

"MY, sebenarnya dulu biasa-biasa saja, perilakunya normal.

Namun sejak berapa tahun terakhir ini, dia berubah total dan mulai berperilaku aneh, sudah kurang bergaul dengan warga sekitar," ujar sumber ini yang merupakan tetangga MY.

Jika berdebat tentang agama, sambung sumber ini, MY mau ngotot habis-habisan.

Intinya, pendapatnya mengarah ke ajaran (aliran) keras, cukup jauh berbeda dengan ajaran agama yang berlaku di lingkungan masyarakat. 

Bahkan, terkadang MY berani menampakan video-video sadis yang disimpan di handphonenya, seperti hukuman potong leher, dan lainnya.

Video dari kelompok tertentu itu, sepertinya memang begitu diidolakannya. 

'Warga di sini sudah paham dia seperti itu, jadi tidak mau terlalu berdebat dengannya. Karena, jika berdebat pun, dia mau ngotot abis-abisan," ujar seorang warga. 

Walaupun MY berperilaku aneh, tetapi warga daerah tempat tinggalnya tidak pernah menyangka, jika MY masuk dalam daftar terduga teroris oleh Densus 88 AT. 

Warga menceritakan, sejak usaha jual beli ikan dan boatnya naik daun berapa tahun silam, MY sangat aktif mengaji ke berapa tempat pengajian yang ada di Langsa. 

Namun, dia mengaji dan memperdalam ilmu agama selalu berpindah-pindah ke satu tempat pengajian ke tempat lainnya, atau tidak tetap di satu tempat. 

"Jika kita dengar ceritanya, alasan mangapa yang ia berpindah-pindah tempat pengajian, ia berpendapat pengajian itu tidak cocok dengannya," sebut warga.

Baca juga: 6 Janji Sang Eks Kapolresta Solo Komjen Listyo Saat Jadi Kapolri : Mulai Soal Tilang sampai Teroris

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved