Breaking News:

Ibu Ungkap Pratu Dedi Sempat Telepon 3 Kali Sebelum Dikabarkan Meninggal: Telepon Balik Tidak Aktif

Dua orang prajurit TNI gugur dalam kontak senjata dengan kelompok kriminal bersenjata ( KKB) di Kabupaten Intan Jaya, Papua.

(KOMPAS.COM/IDHAM KHALID)
suasana pemakaman Pratu Dedi Hamdani. 

TRIBUNSOLO.COM - Dua orang prajurit TNI gugur dalam kontak senjata dengan kelompok kriminal bersenjata ( KKB) di Kabupaten Intan Jaya, Papua.

Kejadian kontak senjata pada Jumat (22/1/2021) itu menewaskan Pratu Roy Vebrianto dan Pratu Dedi Hamdani.

Baca juga: Anggota Polda Papua Jadi Korban Penganiayaan OTK di Sleman, Polres Sleman : Ditangani Polda DIY

Linangan air mata sang ibu, Sarmiati mengiringi pemakaman Pratu Dedi Hamdani di Lombok Tengah, Minggu (24/1/2021).

Putra yang dicintainya itu gugur dalam kontak senjata dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Intan Jaya, Papua pada Jumat (22/1/2021).

Air mata kembali mengalir ketika Sarmiati teringat tak sempat mengangkat telepon dari anaknya sebelum menerima kabar duka itu.

Telepon tiga kali

Sarmiati menuturkan, sebelum putranya dikabarkan gugur, Dedi meneleponnya sebanyak tiga kali.

Namun, dirinya tidak sempat mengangkat telepon lantaran tengah menjalankan ibadah.

"Yang buat saya sedih itu, pas malam Jumat kemarin, dia telepon sebanyak tiga kali, tapi saya waktu itu sedang shalat di mushala," kata dia pilu.

Samiati merasa menyesal hingga dihantui rasa penasaran terkait apa yang ingin disampaikan putranya.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved