Breaking News:

Beli Mobil China Rp 250 Juta, 7 WNI ini Malah Bisa Dapat Ganti Rugi Rp 3 Miliar, Ini Kisahnya

Tujuh pembeli mobil China DFSK Glory di Indonesia menggugat ke pengadilan sebesar Rp 2 miliar, karena mobil baru tapi tak kuat nanjak.

jip.grid.id
DFSK Glory 580, digugat pembeli di Indonesia karena diklaim tak kuat nanjak. 

Hasilnya telah terjaring sekitar 22 konsumen lain yang mengalami kejadian serupa, ditambah tujuh konsumen yang telah melakukan gugatan sebelumnya.

DSFK Glory
DSFK Glory (kompas.com)

David menyebutkan bahwa konsumen-konsumen tersebut berasal dari Jakarta, Jawa Barat (Bandung, Depok), Banten, Jawa Timur (Surabaya, Malang, Sidoarjo, Pasuruan), Lampung dan Sulawesi Tengah.

“Menurut keterangan para konsumen yang mengadu, beberapa sudah diperbaiki tetapi sampai saat ini kendaraan mereka masih tidak dapat berjalan di tanjakan atau stop and go,” ujar David, dalam keterangan tertulis (25/1/2021).

David juga mengimbau PT Sokonindo Automobile selaku Agen Pemegang Merek (APM) DFSK beserta diler yang menjadi pihak tergugat, dapat menunjukkan itikad baik dalam menyelesaikan perkara tersebut dengan hadir pada sidang pertama yang akan berlangsung besok.

Untuk diketahui, DFSK digugat bertanggung jawab untuk mengganti kerugian material sebesar Rp 1,959 miliar dan ganti rugi immateriil sebesar Rp 1 miliar kepada tiap konsumen.

“Setelah melihat banyaknya pemilik glory 580 yang mengadu dengan keluhan yang sama, yaitu kendala di tanjakan, saya yakin ada masalah serius dan masif pada produksi mobil glory 580 tersebut,” ucap David.

“Sebaiknya Sokonindo mengakui ada masalah cacat produksi pada Glory 580 1.5 CVT Turbo merek DFSK dan melakukan langkah-langkah konkret demi menjamin keamanan dan keselamatan pemilik kendaraan,” katanya.

Tanggapan DFSK

Sementara itu, PR dan Media Manager PT Sokonindo Automobile Achmad Rofiqi, mengatakan, pihaknya masih mempelajari penyebab mobil tujuh konsumen tersebut tidak kuat menanjak.

“Saya belum bisa memberikan pernyataan lebih jauh karena belum dilakukan investigasi. Kami masih menunggu surat layangan gugatannya,” ucap Achmad, kepada Kompas.com belum lama ini.

Baca juga: Mobil Esemka Disebut Mirip Mobil China, Ini Penjelasan Direktur Esemka

Halaman
123
Editor: Aji Bramastra
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved