Breaking News:

Penanganan Covid

Siap-siap, Jokowi Sebut Warga Sudah Bisa Mulai Divaksin Pertengahan Februari 2021

Ini dilakukan pemerintah agar masyarakat dapat melihat ada tidaknya efek terhadap para pejabat yang sudah divaksin terlebih dahulu. 

SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
ILUSTRASI : Petugas medis menunjukkan contoh (dummy) vaksin covid saat simulasi vaksinasi Covid-19 yang dilakukan di RSI Jemursari, Kota Surabaya, Jawa Timur, Jumat (18/12/2020). Kementerian Kesehatan akan mulai mengirimkan SMS kepada penerika vaksin covid-19 mulai Kamis 31 Desember 2020, berikut jadwal suntik vaksin Corona 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan jika vaksinasi Covid-19 untuk masyarakat bisa dimulai pertengahan Februari 2021.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menilai alasan di balik pemilihan bulan Februari.

Ini dilakukan pemerintah agar masyarakat dapat melihat ada tidaknya efek terhadap para pejabat yang sudah divaksin terlebih dahulu. 

Baca juga: Pengakuan Dokter yang Suntikan Vaksin Covid-19 Pada Jokowi: Kini Lebih Tenang dari yang Pertama

Baca juga: Kesaksian Bupati Karanganyar Juliyatmono, Sehari Setelah Tubuhnya Dimasukkan Vaksin Covid-19

"Nah kenapa Februari? Saya pikir pemimpin-pemimpin kita juga mau meyakinkan masyarakat bahwa antara jeda waktu penyuntikan pada tanggal 13 Januari sampai dengan Februari itu rakyat bisa melihat, apakah kemudian pemimpin-pemimpin yang disuntik ini ada efek atau tidak terhadap vaksin tersebut," ujar Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (27/1/2021). 

Dasco sendiri mengingatkan agar pemerintah tetap melakukan antisipasi saat pelaksanaan vaksinasi Covid-19 terhadap masyarakat. Terutama terkait penerapan protokol kesehatan. 

Politikus Gerindra itu mengimbau agar jangan sampai terjadi kerumunan massa saat vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat. 

"Dengan penjadwalan vaksinasi kepada masyarakat bulan Februari ini kami juga minta kepada pemerintah untuk melakukan antisipasi-antisipasi," kata dia. 

"Supaya dalam penyuntikan tersebut tetap dijaga protokol kesehatan, jangan sampai ada penumpukan dan kemudian dari sisi pemerataan vaksin juga diperhatikan," tandasnya. 

Sebelumnya diberitakan, Presiden Joko Widodo mengatakan, vaksinasi Covid-19 tahap awal diprioritaskan untuk para tenaga kesehatan.

Setelahnya, vaksinasi akan dilanjutkan ke TNI dan Polri, petugas pelayan publik, baru ke masyarakat umum.

Halaman
12
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved