Breaking News:

Virus Corona

Corona Belum Kelar, Epidemiolog Ingatkan Potensi Pandemi Virus Nipah: Angka Kematian Bisa 75 Persen

Penyakit memiliki potensi pandemi karena virus baru untuk manusia dan merupakan zoonatic virus yakni virus yang mulanya ada di hewan.

Foto Niaidrml
ILUSTRASI Varian terbaru virus corona, lebih baru dari varian yang ditemukan di Inggris dan Afrika Selatan, ditemukan di Jepang 2 Januari 2021. 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA -  Seberapa bahayanya virus Nipah dan potensi menjadi pandemi?

Epidemiolog dari Grififth University Australia, Dicky Budiman membeberkan analisanya.

Dicky mengatakan ancaman pandemi ke depan akan semakin sering, termasuk virus Nipah.

Baca juga: Mulai Besok, Taman Satwa Taru Jurug Solo Ditutup Sementara, Pengelola : Upaya Pencegahan Covid-19

Baca juga: Dihantam Pandemi Covid-19, Pengunjung Ndayu Park Anjlok: Akhir Pekan Maksimal Hanya 100 Orang

Sebagai peneliti, selama dua dekade terakhir saja dirinya telah menyaksikan hampir setiap lima tahun ada pandemi dan epidemi. 

ILUSTRASI : Tenaga medis melakukan simulasi alur masuk pasien Covid-19 di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Jalan Pasteur, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (6/3/2020). Simulasi dari mulai pasien terduga Covid-19 datang ke RSHS, diperiksa di ruang Isolasi IGD, hingga dibawa ke Ruang Khusus Isolasi Kemuning tersebut, dilakukan untuk melatih kesiapan tenaga hingga sarana medis dalam menangani dan merawat pasien terduga virus corona yang masuk ke RSHS Bandung.
ILUSTRASI : Tenaga medis melakukan simulasi alur masuk pasien Covid-19 di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Jalan Pasteur, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (6/3/2020). Simulasi dari mulai pasien terduga Covid-19 datang ke RSHS, diperiksa di ruang Isolasi IGD, hingga dibawa ke Ruang Khusus Isolasi Kemuning tersebut, dilakukan untuk melatih kesiapan tenaga hingga sarana medis dalam menangani dan merawat pasien terduga virus corona yang masuk ke RSHS Bandung. (Tribun Jabar/Gani Kurniawan)

Salah satunya termasuk virus Nipah yang disebutnya memiliki potensi menjadi pandemi dengan angka kematian mencapai 40 hingga 75 persen.

"Virus Nipah memang sejak awal tidak pernah luput dari pemantauan karena memiliki potensi pandemi," kata Dicky Budiman saat dihubungi Tribunnews, Minggu (31/1/2021).

Dicky mengatakan suatu penyakit memiliki potensi pandemi karena virus baru untuk manusia dan merupakan zoonatic virus yakni virus yang mulanya ada di hewan.

Karena sebelumnya tidak ada pada manusia, maka manusia tidak memiliki kekebalan pada virus tersebut sehingga bisa menjadi pandemi.

"Potensinya untuk menjadi pandemi jauh lebih besar dari Covid-19, karena angka kematiannya dapat mencapai 75 persen. Ini akan menyebabkan kematian yang banyak," ujarnya.

Selain itu, virus Nipah sendiri disebutnya cepat menular, sehingga virus ini bisa menginfeksi populasi yang telah terinfeksi virus.

Halaman
1234
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved