Breaking News:

Berita Karanganyar Terbaru

Dihantam Cuaca Buruk dan Corona, PKL Karanganyar Harap Ada Keringanan Biaya Retribusi

Pedagang Kaki Lima (PKL) Karanganyar meminta keringanan biaya retribusi pada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar.

Penulis: Muhammad Irfan Al Amin | Editor: Ryantono Puji Santoso
TribunSolo.com/Muhammad Irfan
Para PKL Karanganyar yang membuka lapak mereka meski diguyur hujan lebat pada hari pertama PSBB Jilid II di Alun-alun Karanganyar, Selasa (26/1/2021). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Muhammad Irfan Al Amin

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Pedagang Kaki Lima (PKL) Karanganyar meminta keringanan biaya retribusi pada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar.

Sebab, mereka merasa saat ini kondisi ekonomi sedang berat lantaran cuaca buruk dan dampak corona.

Selama ini, jumlah nominal retribusi yang dipungut adalah sebesar Rp 2.000 untuk lapak kecil dengan tenda ukuran 3X3 meter. 

Baca juga: Jadi Lokasi Wisata, Bendung Tirtonadi Solo Beri Berkah bagi Pedagang Kaki Lima

Baca juga: Flyover Manahan akan Beroperasi, Pedagang Kaki Lima Digeser ke Selatan Lapangan Kottabarat

Tenda dengan ukuran 3X4 meter akan ditarik biaya retribusi sebesar Rp 3.500. 

Menanggapi kebijakan Pemkab Karanganyar tersebut, PKL yang biasa menggelar lapak di sejumlah area publik berharap keringanan biaya. 

Koordinator Lapangan PKL Taman Pancasila, Iriyanto mengatakan, bahwasanya jumlah retribusi tersebut cukup memberatkan mereka. 

Hal itu dikarenakan biaya retribusi ditarik setiap hari sehingga apabila diakumulasikan selama sebulan menjadi Rp 105 ribu. 

"Yang membuat kami berat adalah kondisi pandemi dan PSBB yang membuat pengunjung juga khawatir untuk berkunjung," katanya kepada TribunSolo.com. 

"Walaupun kami sudah menjaga dan menerapkan protokol kesehatan, tapi masyarakat masih khawatir," imbuhnya. 

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved