Breaking News:

Peris Solo

Nestapa Asisten Pelatih Persis Solo saat Kompetisi Mandeg, Jadi Kuli Bangunan hingga Jualan Soto

Asisten Pelatih Persis Solo, Choirul Huda harus membanting tulangnya lebih keras, untuk menghidupi seorang istri dan ketiga anak anaknya. Segala jenis

Penulis: Ilham Oktafian | Editor: Agil Tri
ISTIMEWA
Choiril Huda saat berjualan Soto di Sengguruh, Kecamatan Kepanjen, Malang. 

Dirinya membuka lapak dirumahnya, di Sengguruh, Kecamatan Kepanjen, sebuah dusun yang berjarak dari Kota Malang yang riuh.

"2 minggu ini saya jualan Soto Lamongan di rumah yang dulu pernah saya rintis sejak 2015, pada waktu PSSI sedang di skorsing FIFA," ujarnya.

Choirul Huda mengaku tak malu dengan segala jenis pekerjaannya itu, yang terpenting, kata dia anak istrinya bisa makan.

"Semuanya saya jalani karena saya tidak mau situasi ketidak jelasan sepak bola ini berimbas ke keluarga, karena jujur selama ini saya cuma tergantung cari nafkah di sepak bola," ungkapnya.

Choirul Huda pun berharap kompetisi Liga lekas digulirkan, sebab dampaknya tak hanya dirasakan olehnya, namun semua insan yang terlibat.

"Semoga cepat digulirkan," tutup Choirul.

Nasib Skuad Persis Solo Diujung Tanduk

Pembatalan kompetisi liga 2 yang sudah berkali-kali, membuat mimpi buruk bagi tim kebanggan warga Kota Bengawan, yakni Persis Solo.

Imbasnya, punggawa Laskar Sambernyawa yang sudah matang, harus menerima pil pahit.

Manajeman disebutkan bakal membubarkan skuad Bruno Casimir cs tidak lama lagi.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved