Breaking News:

Viral Video Perempuan di NTT Hina Tenaga Medis dan Bakar Masker, Nasibnya Kini Terancam Penjara

Viral video di media sosial seorang perempuan di NTT bakar masker dan sebut virus corona hoax.

ist
GSDS saat membakar masker di Panti Tuna Netra Hitbia, Kelurahan Oepura, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, NTT 

TRIBUNSOLO.COM - Beredar video di media sosial yang menunjukkan seorang perempuan berkata kasar yang ditunjukan pada tenaga medis.

Dalam video yang berdurasi 29 detik tersebut, seorang remaja tanpa menggunakan masker dan memakai baju hitam. Menyebut jika Covid-19 adalah hoaxs.

Sementara pada videonya yang kedua, perempuan ini terlihat membakar masker. Kini nasibnya terancam hukuman penjara.

GSDS (19), siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, yang ditangkap polisi karena diduga menyebarkan ujaran kebencian terkait Covid-19 mengaku, membuat video itu setelah melihat unggahan temannya di WhatsApp.

GSDS saat membakar masker di Panti Tuna Netra Hitbia, Kelurahan Oepura, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, NTT(ISTIMEWA)
GSDS saat membakar masker di Panti Tuna Netra Hitbia, Kelurahan Oepura, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, NTT(ISTIMEWA) ()

Baca juga: Cerita Viral Ibu Muda yang Tak Rela Bayinya Diminta Keluarga Suami: Dulu Waktu Hamil Tak Dinafkahi

Baca juga: Viral Nenek Sebatang Kara Kepergok Nyopet Uang di Pasar, Berlinang Air Mata saat Ungkap Alasannya

Baca juga: Kisah Pilu Dibalik Viral Foto Bocah Termenung di Balik Jeruji Besi, Jadi Korban Kekerasan Orang Tua

Dalam status WhatsApp itu, temannya membagikan kabar tentang seorang pasien Covid-19 yang meninggal berada dalam satu ruangan dengan pasien yang masih hidup.

Melihat itu, GSDS pun mengaku kesal, ia kemudian langsung membuat video menggunakan ponsel miliknya.

GSDS membuat video bernada ujaran kebencian di dalam kantor lama Panti Asuhan Hitbia, Kota Kupang, pada Minggu (31/1/2021) sekitar pukul 06.00 Wita dengan menggunakan ponsel miliknya.

"Pelaku lihat story WA temannya tentang kondisi korban Covid-19 sehingga pelaku membuat video dan disebarkan melalui Facebook," kata Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Rishian Krisna Budhiaswanto, kepada Kompas.com, Senin (1/2/2021).

Usai video itu viral, kata Krisna, GSDS pun ditangkap tim Subdit V/Cyber Crime Dit Reskrimsus Polda NTT di rumahnya di Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, pada Minggu (31/1/2021) malam.

Kepada polisi, GSDS mengaku membuat enam video.

Halaman
123
Editor: Reza Dwi Wijayanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved