Breaking News:

Intip Harta Kekayaan AHY, Ketum Demokrat yang Bikin Heboh Usai Ungkap Ada Rencana Kudeta Partai

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mendadak jadi bahan perbincangan masyarakat satu hari belakangan.

Editor: Hanang Yuwono
Instagram/annisayudhoyono
Agus Harimurti Yudhoyono dan Annisa Pohan. 

TRIBUNSOLO.COM - Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mendadak jadi bahan perbincangan masyarakat satu hari belakangan.

Hal itu karena pernayataannya soal ada rencana kudeta terhadap Partai Demokrat.

AHY mengungkapkannya dalam konferensi pers di Taman Politik, Wisma Proklamasi DPP Demokrat pada Senin (1/2/2021).

Baca juga: Heboh Kudeta, Kader di Solo Kirim Surat Pernyataan Kesetiaaan Hanya Kepada Ketua Umum Demokrat AHY

Baca juga: Reaksi Pengurus di Sukoharjo, Dapati Isu AHY Putra SBY Bakal Digulingkan dari Kursi Ketum Demokrat

"Menurut kesaksian dan testimoni banyak pihak yang kami dapatkan, gerakan ini melibatkan pejabat penting pemerintahan, yang secara fungsional berada di dalam lingkar kekuasaan terdekat dengan Presiden Joko Widodo," ungkap AHY, dilansir Tribunnews.

Ia menuturkan ada lima orang yang diduga berencana mengambil alih secara paksa kepemimpinan Demokrat.

Empat diantaranya merupakan kader atau pernah bergabung dengan Demokrat.

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam konferensi pers di Taman Politik DPP Demokrat, Senin (1/2/2021)
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam konferensi pers di Taman Politik DPP Demokrat, Senin (1/2/2021) (YouTube/Agus Harimurti Yudhoyono)

Sementara satu orang lainnya adalah pejabat pemerintahan.

Meski AHY tak menyebut siapa pejabat tersebut, Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, mengatakan sosok yang dimaksud adalah Moeldoko.

"Berdasarkan pengakuan, kesaksian, dari BAP sejumlah pimpinan tingkat pusat maupun daerah Partai Demokrat yang kami dapatkan, mereka dipertemukan langsung dengan KSP Moeldoko yang ingin mengambil alih kepemimpinan Partai Demokrat secara inkonstitusional untuk kepentingan pencapresan 2024," beber Herzaky dalam keterangan tertulis, Senin.

Untuk memastikan hal tersebut, AHY mengirim surat pada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved