Satu Keluarga Tewas di Baki

Reaksi Keluarga, Dapati JPU Tuntut Pembantai Satu Keluarga di Baki Sukoharjo dengan Hukuman Mati

Agenda sidang sendiri memasuki pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang dilakukan secara virtual.

TribunSolo.com/Agil Tri
Penampakan pelaku pembunuhan satu keluarga Henry Taryatmo (41) yang menghabisi 4 nyawa sekaligus saat reka ulang di Mapolres Sukoharjo, Kamis (27/8/2020) dan rumah satu keluarga yang dibunuh mengenaskan di Dukuh Slemben RT 01 RW 5, Desa Duwet, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (22/8/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Pelaku pembantaian satu keluarga di Desa Duwet, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo dituntut hukuman mati.

Adapun tuntutan itu sesauai keputusan dalam proses persidangan yang kambali dilanjutkan, Senin (1/2/2021).

Sidang itu menghadirkan terdakwa Henry Taryatmo sebagai pelaku pembantaian.

Agenda sidang sendiri memasuki pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang dilakukan secara virtual yang sedianya dijadwalkan dua pekan yang lalu.

Baca juga: Kesaksian Pelaku yang Menembaki Mobil Bos Tekstil Solo : Saya Itu Antara Sadar Gak Sadar

Baca juga: Terungkap, Sadisnya Pembantaian Anjing untuk Kuliner di Solo Raya : Anjing Dibakar Pakai Obor Las

Dalam tuntutannya, JPU meminta terdakwa dihukum mati, karena memenuhi unsur pasal 340 KUHP.

Hal ini sesuai keinginan pihak keluarga korban, yang sedari awal menginginkam pelaku dihukum mati.

Perwakilan keluarga Suranto, Suparno mengaku senang atas tuntutan yang dibacakan JPU.

"Dalam pembacaan tuntutan pada sidang tadi, sesuai dengan harapan kami. Pelaku dihukum mati," kata dia kepada TribunSolo.com.

Suparno menjelaskan, fakta-fakta adanya motif pembunuhan berencana ini diantara bahwa terdakwa pada saat mengembalikan mobil dan uang sewa mobil.

Disaat itu, Henry disebut tidak langsung menyerahkan uang, namun sempat duduk terlebih dahulu di ruang tamu.

"Saat itu korban Handayani masuk ke kamar, lalu terdakwa pergi ke dapur untuk mengambil pisau, lalu ke kamar mandi, dan kembali ke ruang tamu" jelasnya.

Sesuai keterangan terdakwa, pisau itu disembunyikan di pinggang sebelah kiri.

"Pada saat terdakwa duduk di ruang tamu, ada jeda waktu 15-20 menitan. Kalau korban tidak ada niat membunuh, kenapa tidak langsung diserahkan uangnya dan pulang," ucapnya.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved