Tantangan Marzuki Alie untuk AHY: Sebutkan Nama-nama yang Terlibat Kudeta, Kalau Tak Terbukti Mundur

Marzuki Alie minta AHY menyebutkan nama-nama yang diduga merencanakan kudeta terhadap partai berlambang bintang mercy tersebut.

Editor: Hanang Yuwono
Kolase Tribunnews.com/dok pribadi AHY
Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Foto Kanan : Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko. Bocor 4 faksi di Demokrat ingin Moeldoko pimpin partai berlambang mercy menggantikan AHY. Salah satu faksi Marzuki Alie disebut. 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Politikus senior Partai Demokrat Marzuki Alie memberikan 'tantangan' kepada Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Marzuki Alie minta AHY menyebutkan nama-nama yang diduga merencanakan kudeta terhadap partai berlambang bintang mercy tersebut.

Marzuki Alie juga menegaskan jika nantinya nama yang disebutkan tidak terbukti melakukan kudeta, maka AHY diminta mundur dari posisi Ketua Umum Partai Demokrat.

Baca juga: Kader Demokrat di Solo Pastikan Setia Kepada Ketua Umum AHY, Akui Siap Melawan Kudeta

Baca juga: Intip Harta Kekayaan AHY, Ketum Demokrat yang Bikin Heboh Usai Ungkap Ada Rencana Kudeta Partai

"Sebut saja (nama-namanya,- red), tapi kalau nanti tidak terbukti, saya minta mereka mundur," ujar Marzuki Alie ketika dihubungi Tribunnews.com, Selasa (2/2/2021).

Dia sendiri mengaku sudah lelah menanggapi berbagai pertanyaan yang dilontarkan akibat namanya disebut terlibat dalam pihak-pihak yang akan melakukan kudeta.

"Buktikan sajalah, capek," kata Marzuki.

Sebelumnya diberitakan, AHY mengungkap ada gerakan politik yang ingin mengambil alih kepemimpinan partai secara paksa.

Hal itu didapatkannya setelah ada laporan dari pimpinan dan kader Demokrat, baik tingkat pusat maupun cabang.

"Adanya gerakan politik yang mengarah pada upaya pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat secara paksa, yang tentu mengancam kedaulatan dan eksistensi Partai Demokrat," kata AHY dalam konferensi pers secara virtual, Senin (1/2/2021).

AHY menyatakan, gerakan itu melibatkan pejabat penting pemerintahan, yang secara fungsional berada di dalam lingkar kekuasaan terdekat dengan Presiden Joko Widodo.

Gerakan tersebut terdiri dari kader secara fungsional, mantan kader dan non-kader.

Gabungan dari pelaku gerakan itu ada lima orang, terdiri dari 1 kader Demokrat aktif, 1 kader yang sudah 6 tahun tidak aktif, 1 mantan kader yang sudah 9 tahun diberhentikan dengan tidak hormat dari partai karena menjalani hukuman akibat korupsi, dan 1 mantan kader yang telah keluar dari partai 3 tahun yang lalu.

Baca juga: Demokrat Proses Kader Terlibat Rencana Ambil Alih Demokrat Secara Paksa

Sedangkan yang non-kader partai adalah seorang pejabat tinggi pemerintahan.

"Tentunya kami tidak mudah percaya dan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah (presumption of innocence) dalam permasalahan ini," ucap AHY.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved