Berita Klaten Terbaru

Sudah Pandemi, Ribuan Sawah Petani Terendam Banjir,Tapi Dinas Pertanian Klaten Klaim Tak Gagal Panen

Kepala Dinas Pertanian menyebut tepatnya ada 1.301,1 hektar lahan persawahan yang terdampak banjir.

TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
Kondisi banjir yang melahap pertanian di Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten, Minggu (7/2/2021). 

Selain itu, ada relawan yang masuk membersihkan gorong-gorong. 

Tanggul Jebol

Sebelumnya, peristiwa tanggul di anak sungai Birin jebol di Desa Pasu, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten, Kamis (4/2/2021) merupakan kejadian kedua kalinya.

Kejadian tanggul jebol mengakibatkan banjir di Desa itu, terjadi sebelum Indonesia belum merdeka.

Kades Pasu Budi Hartono, saat terjadi banjir di wilayahnya sebelumnya karena terjadi luapan air sungai itu.

"Menurut cerita orang tua saya, tanggul jebol pernah terjadi, sebelum kemerdekaan, Kalau kemarin-kemarin hanya meluap bukan jebol," ucap dia, Minggu (7/2/2021).

Budi mengatakan kejadian tersebut berlangsung cepat dan mendadak.

Hal ini ia mengaku ada warganya yang sempat panik dan naik ke atas genteng rumah.

"Kejadian itu berlangsung cepat, sehingga saat tanggul jebol dan banjir, ada warga kami yang naik ke atas genteng untuk menyelamatkan diri,' tutur Budi.

Pernah Jebol saat Masa Penjajahan, Tanggul Sungai Birin di Klaten Jebol Lagi, Terjadi Banjir Parah

Klaten Bak Kota Mati, Malam Minggu di Alun-alun Sepi saat Gerakan Jateng di Rumah Saja

Dia mengatakan ketinggian saat terjadi banjir kemarin, tinggi air mencapai leher orang dewasa.

Lanjut, ia mengatakan sampai saat ini, ketinggian air banjir kini mulai surut hingga 10 sentimeter.

"Kemarin sempat sampai leher orang dewasa, namun sampai saat ini, Alhamdulillah sudah surut, kini tinggal 10 sentimeter," ujarnta.

Lanjut, ia mengatakan panjang tanggul yang jebol sekitar 12 meter.

Akibat kejadian tersebut, Budi menyebutkan 125 warga di Dukuh Mawan di 3 RT.

"Yang terdampak 125 warga, di dukuh Mawan RT 6,7,8, kerugian ditaksir Rp 2 miliar dan dampak tanggul jebol ke 7 desa juga terendam," kata Budi.

"Dalam teknik mengungsi, warga telah ditempatkan di beberapa tempat, hal ini agar mencegah persebaran Covid-19," tambahnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved