Breaking News:

Kasus Tewasnya PSK di Lemari Hotel Semarang : Dibunuh Suami Siri, Tersinggung Seusai Hubungan Intim

Sebelum terjadi pembunuhan kedua orang tersebut sempat melakukan hubungan layaknya suami istri.

ISTIMEWA
Mayat korban pembunuhan dibawa oleh pihak Kepolisian dari kamar hotel Royal Phoenix, Kamis 11 Februari 2021. 

Meliyanti warga Dusun Pasir Tanjung, Sidajaya, Cipunagara, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Mayat korban ditemukan kali pertama oleh petugas hotel. 

Kamar yang ditempati korban nomor 102.

Meliyanti ditemukan dalam lemari baju dengan posisi duduk.

Kedua kaki depan menghadap ke atas dan tubuh korban tindih tas. 

Informasi yang dihimpun, korban cek in bersama seorang pria pada Rabu (10/2/2021).

Sederet Fakta Gegernya Aksi Pengurungan Kerabat Keraton Solo, Begini kata Pihak Keraton

Berhubung tak ada aktivitas selama dua hari yaitu Rabu dan Kamis tanggal 10 sampai dengan 11 Februari, petugas kebersihan hotel membuka kamar tersebut bermaksud membersihkan kamar. 

Sewaktu kamar dibuka itulah ditemukan korban di dalam lemari. 

"Benar ada pembunuhan tersebut. 

Kasus ditangani Polrestabes Semarang," terang Kapolsek Semarang Selatan Kompol Untung Kistopo saat dihubungi Tribunjateng.com. 

Menurutnya, dari keterangan saksi di sekitar hotel korban masuk ke kamar hotel dengan seorang pria. 

Namun pria itu meninggalkan hotel seorang diri, Kamis (11/2/2021) sekira pukul 04.49.

Bahkan saksi sempat diminta mengantarkan pria itu ke terminal Bayangan di Sukun, Banyumanik.

Alasan pria itu hendak pulang ke Wonosobo karena budhenya meninggal. 

"Polisi sudah kantongi identitas terduga pelaku. 

Pelaku masih diburu," bebernya. 

Profil Okta Apriyanto

Polisi telah mengungkap sekaligus menangkap pembunuh wanita di kamar nomor 102 Hotel Royal Phoenix Kota Semarang, Kamis 11 Februari 2021.

Pembunuh itu bernama Okta Apriyanto. 

Dia seorang pria kelahiran Wonosobo 11 Oktober 1991. 

Okta kini berumur 30 tahun. 

Pendidikan terakhir SMP kelas 2. 

Viral Video Putri Raja Solo Makan Daun Singkong dalam Keraton, Begini Tanggapan Keraton Solo

Warga Jaraksari, Kabupaten Wonosobo.

Okta sudah menikah. 

Dia dikaruniai 1 orang anak. 

Namun pernikahannya akan kandas, lantaran proses cerai. 

Okta mengenal korban di Cilacap.

Mereka bekerja di tempat yang sama: sebuah cafe di Cilacap. 

Mereka pun menjalih hubungan selama 2 tahun. 

Okta dan korban menikah siri di Kabupaten Kebumen. 

Mereka bersepakat pindah ke Kota Semarang untuk membuka jasa prostitusi Open BO. 

Korban menyediakan jasa, sedangkan Okta sebagai pencari pria hidung belang. 

Berdasarkan rilis Bid Humas Polda Jateng, pembunuhan itu dilatarbelakangi pertengkaran. 

Tersangka mengaku sakit hati selalu dihina korban. 

“Kowe wong lanang ki kerjo ngopo,” akunya.

Permasalahan memanas ketika korban merasa cemburu. 

Dikarenakan waktu Korban Melayani Sex Tamu Pertama di kamar, tersangka
telepon dan mengobrol dengan wanita lain di ruang Resepsionis Hotel.

Setelah korban melayani tamu pertama, korban meminta Okta masuk ke kamar. 

Mereka bertengkar.

Korban melempar botol air mineral dan hp. 

Emosi Okta pun tersulut. 

Dia menarik korban ke dinding, lalu mencekiknya sampai lemas.

Korban pun diseret ke kamar mandi.

Pihak Raja Tepis Putri PB XII Gusti Moeng & Putri PB XIII GKR Timoer Dikurung, Begini Klarifikasinya

Okta kembali mencekik istri sirinya itu hingga tewas. 

Selanjutnya korban dimasukkan ke dalam lemari. 

Okta pun membersihkan diri dari bekas darah korban. 

Dia bergegas pergi menuju Sukun Banyumanik dan naik Travel ke Wonosobo.

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Ini Perkataan yang Bikin Okta Apriyanto Tersinggung hingga Bunuh Meliyanti Dalam Hotel,

https://jateng.tribunnews.com/2021/02/13/ini-perkataan-yang-bikin-okta-apriyanto-tersinggung-hingga-bunuh-meliyanti-dalam-hotel?page=all

Editor: Ilham Oktafian
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved