Breaking News:

Geger di Keraton Solo

Lawan Kubu Raja Hangabehi, Ketua LDA Gusti Moeng Serukan Akhiri Konflik : Selamatkan Keraton Solo!

Menurut Putri (PB) XII yang kini menjadi Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) itu, aat ini sudah waktunya bersama-sama merawat dan menyelamatkan keraton.

Penulis: Adi Surya Samodra | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Adi Surya
Adik Raja Keraton Hangabehi atau Putri Paku Buwono (PB) XII GKR Wandansari alias Koesmoertiyah (Gusti Moeng) keluar dari Kori Kamandungan disambut abdi dalem dan suaminya Edhi Wirabumi di Kelurahan Baluwarti, Kecamatan Pasar Kliwon, Sabtu (13/2/2021). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Seruan untuk mengakhiri konflik Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat atau Keraton Solo disampaikan GKR Wandansari atau Koesmoertiyah (Gusti Moeng).

Menurut Putri Paku Buwono (PB) XII yang kini menjadi Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) itu, saat ini sudah waktunya bersama-sama merawat dan menyelamatkan keraton.

"Bersama-sama untuk menyelamatkan keraton," terang dia saat keluar dari Kori Kamandungan, pintu masuk utama Keraton Solo di Kelurahan Baluwarti, Kecamatan Pasar Kliwon, Sabtu (13/2/2021).

"Ini (Keraton Solo) merupakan tapak peradaban sejarah. Tidak hanya Jawa, tapi juga dunia," tambahnya.

Konflik Keraton Solo Sejak 2004 hingga 2021 Ini, Budayawan UNS : Warga Kota Bengawan Tak Diuntungkan

Gusti Moeng Sebut Keputren Mirip Kuburan Tak Terawat, Kubu PB XIII Hangabehi : Rusak Sejak PB XII

Moeng mengatakan konflik yang tersulut sejak 2004 diakhiri dengan damai melalui jalan kekeluargaan.

"Kami ingin menyelamatkan Sinuhun (PB XIII), yang lain kami tidak peduli karena bukan siapa-siapa," kata dia.

"Yang bukan siapa-siapa ojo melu omongan (jangan ikut berkomentar), membuat runyam keadaan," tambahnya.

Gusti Moeng mengajak semua pihak, di antaranya sentana dalem, budayawan, dan masyarakat bersama-sama mencintai Keraton Solo.

"Kepada keluarga besad Dinasti Mataram Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat diimbau untuk tetap kompak, bersatu, bergotong royong sesuai kemampuan dan kapasitasnya untuk menyelamatkan keraton," ujar dia.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved