Breaking News:

Modus Cuci Uang Korupsi Asabri Beli Aset di Boyolali : Bawa Uang Pakai Koper, Dinamai Orang Lain

Uang hasil dugaan korupsi di PT Asabri digunakan untuk membeli aset di Kecamatan Simo dan Karanggede, Kabupaten Boyolali.

KOMPAS/HERU SRI KUMORO
Ilustrasi uang korupsi. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Rahmat Jiwandono

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Uang hasil dugaan korupsi di PT Asabri digunakan untuk membeli aset di Kecamatan Simo dan Karanggede, Kabupaten Boyolali.

Tak tanggung-tanggung Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) menyebut total untuk pembelian aset mencapai Rp 56 miliar.

Lantas bagaimana caranya membeli aset-aset itu yang diduga dimiliki tersangka korupsi Direksi PT Asabri, SWJ?

Koordinator MAKI, Boyamin Saiman mengungkapkan, SWJ yang diduga kuat memiliki banyak aset dengan total puluhan miliar itu dilakukan dengan cara tidak biasa.

Modusnya lanjut dia, membawa uang dari Ibu Kota Jakarta ke Boyolali.

Aktivis MAKI saat membeberkan temuan soal aset tersangka PT Asabri yang tersebar di Boyolali di di Rumah Makan Ayam Goreng Toh Joyo Manahan Solo, Senin (15/2/2021).
Aktivis MAKI saat membeberkan temuan soal aset tersangka PT Asabri yang tersebar di Boyolali di di Rumah Makan Ayam Goreng Toh Joyo Manahan Solo, Senin (15/2/2021). (TribunSolo.com/Rahmat Jiwandono)

Baca juga: DAFTAR 9 Aset Hasil Korupsi Direksi PT Asabri di Boyolali : Tersebar Luas di Simo dan Karanggede

Baca juga: Dahsyat! MAKI Ungkap 9 Aset Korupsi Asabri di Boyolali : Capai Rp 56 Miliar, dari Tanah hingga Bus

"Caranya unik, bawa uang dalam koper dan tidak dalam transfer, ya dibelikan aset lahan dan kendaraan, atas nama orang lain, ya RM itu," ungkapnya saat jumpa pers di Rumah Makan Ayam Goreng Toh Joyo Manahan, Kota Solo, Senin (15/2/2021).

"Tujuannya agar tidak terlacak," aku dia menekankan.

Total lanjut dia, asa 9 aset yang diduga dimiliki SWJ tersebar di Kecamatan Simo dan Karanggede, Kabupaten Boyolali. 

"Total nilai tak tanggung-tanggung, dari sembilan aset itu menembus Rp 56 miliar," ungkapnya.

"Kita bisa lihat, jenisnya mulai dari lahan kosong, rumah, ruko, garasi bus hingga armada bus tersebar di Kecamatan Simo dan Karanggede," akunya membeberkan.

MAKI lanjut Boyamin, lantas mengirimkan daftar aset yang diduga kuat terkait SWJ kepada Penyidik Pidsus Kejagung melalui online.

"Aset-aset yang dibeli pada 2016 hingga 2020 tetapi diatasnamakan warga asal Simo, Boyolali berinisial RM, istri dari WY," paparnya.

Untuk peralihan hak atas tanah sebagian besar diduga diurus oleh Notaris CDR beralamat kantor di Desa Pengging, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali. 

Saat disinggung kenapa SWJ bisa memilih Boyolali, Boyamin menyebut jika SWJ pernah menjabat di Boyolali sebelum menjadi Direksi PT Asabri.

"Dugaannya karena pernah menjabat di Boyolali," ujar dia.

Dia menambahkan, selain di Kabupaten Boyolali, MAKI juga menemukan dua aset properti di permukiman mewah di Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo meskipun masih didalami.

"Hanya saja sudah lama berpindah tangan, tapi tetap kita dalami," tutur dia.

Baca juga: Sedang Mengungsi di Tenda, Pria Ini Ditangkap karena Kasus Korupsi, Sudah Buron 9 Tahun

Baca juga: Kasus Korupsi Ruang Operasi RSUD dr Soehadi Sragen : Uang Rp 2 Miliar Dikembalikan ke Kas Daerah

Berikut ini 9 aset temuan MAKI yang dilaporkan ke Kejagung :

1. Gedung peruntukan Garasi bus RWJ, perkiraan harga lahan senila Rp 8 miliar, dan bangunan garasi perkiraan senilai Rp 12 miliar. Lokasi di Desa Pelem, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali.

2. Lahan dan bangunan di Dusun Tegal Rayung, Desa Pelem, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali. Luas 250 m perkiraan harga lahan Rp 750 juta dan harga bangunan Rp 800 juta.

3. Rumah di Purwotaman, Desa Pelem, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali perkiraan seharga Rp 600 juta.

4. Lahan di Simo Baru, Desa Simo, Kecamataan Simo, Kabupaten Boyolali, perkiraan seharga Rp 800 juta.

5. Tanah di Candi Asri, Desa Simo, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali seluas 400 m2 , perkiraan harga Rp 200 juta.

6 . Tanah dan garasi bis FJ di Desa Karangkepoh, Kecmatan Karanggede, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali perkiraan harga tanah Rp 1 miliar dan bangunan 8 m.

7. Lahan Kosong calon rest area didepan Garasi FJ di Desa Karangkepoh, Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali, harga pembelian Rp 2 miliar.

8. Armada Bis R WJ berjumlah 15 unit, harga perolehan Rp 1,4 miliar menjadi sekitar Rp 20 M.

9. Armada Bis FJ berjumlah 10 unit, harga perolehan Rp 14 miliar menjadi sekitar Rp 14 miliar.

Kejagung Sita Kapal

Sebelumnya, Kejaksaan Agung RI kembali menyita aset tersangka yang terkait dengan perkara tindak pidana korupsi PT Asabri (Persero).

Kali ini, Kejagung menyita 20 kapal mewah milik Direktur PT Trada Alam Minera Heru Hidayat.

Demikian disampaikan oleh Direktur Penyidikan Direktorat Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Febrie Adriansyah. 

"Ada 20 kapal tuh disita, kasus Asabri punya HH (Heru Hidayat). Kejar kemana dapat," kata Febrie di Kompleks Kejaksaan Agung RI, Jakarta, Selasa (9/2/2021) malam.

Baca juga: Dapat Ancaman dari Kasus Jiwasraya & Asabri, Erick Thohir: Jadi Pengusaha Bisa Lebih Bebas

Baca juga: Soal Dugaan Korupsi PT Asabri, Menhan Prabowo: Sungguh Tega Ada Pihak yang Permainkan Uang Prajurit

Dijelaskan Febrie, satu di antara 20 kapal yang disita bahkan diyakini sebagai kapal pengangkut gas alam cair atau Liquefied natural gas (LNG) terbesar di Indonesia. 

"Kapalnya 1 (unit) terbesar di Indonesia untuk angkut LNG. Posisinya masih bersandar di wilayah Indonesia semua," jelas Febrie.

Tak hanya itu, kata Febrie, penyidik juga telah menyita tanah milik Heru Hidayat.

Luas tanah bidang tanah yang disita oleh penyidik sekitar 23 hektare.

"Kami juga menyita tanah 23 hektare. Kalau yang lain-lain itu belum lah. Yang sekarang penyidik dapat kapal 20 unit, punya Heru Hidayat udah disita. Macam-macam jenisnya," tandas dia.

Sebagai informasi, Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Bareskrim Polri menetapkan 8 orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi PT Asabri (Persero) pada Senin (1/2/2021) lalu.

Penyidik Kejagung RI juga telah menyita satu aset tersangka yaitu Direktur PT Hanson Internasional Benny Tjokrosaputro yang terkait dengan perkara tindak pidana korupsi PT Asabri (Persero).

Aset yang disita adalah 566 bidang tanah di daerah Maja, Kabupaten Lebak, Banten.

Total, luas tanah atas nama Benny Tjokrosaputro itu seluas 194 hektare. 

Penyitaan aset itu untuk menutupi kerugian negara dalam status Benny sebagai tersangka.

Ke depan, Kejaksaan Agung RI juga membuka kemungkinan menyita aset tersangka lainnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul 20 Kapal Milik Tersangka Kasus Asabri Disita, Termasuk Kapal Pengangkut LNG Terbesar di Indonesia (*)

Penulis: Rahmat Jiwandono
Editor: Asep Abdullah Rowi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved