Breaking News:

Satu Keluarga Tewas di Baki

Fakta Baru, Jagal 1 Keluarga di Baki Pakai Uang Korban untuk Bayar Wanita Penghibur, Habis Rp 2 Juta

Ada fakta baru dalam kasus pembantaian satu keluarga di Desa Duwet, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo.

KOLASE TRIBUNSOLO.COM
Rentetan kesadisan Henry Taryatmo, pelaku pembunuhan 1 keluarga di Desa Duwet, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo. Kini pelaku divonis hukuman mati, Senin (15/2/2021). 

Adapun menjelang magrib, sidang tersebut usai dan hakim hingga keluarga meninggalkan ruangan sidang.

Henry Taryatmo (41) yang dijatuhi hukuman mati ternyata tidak dihadirkan ke dalam sidang.

Namun sidang di tengah pandemi tidak menghadirkan terdakwa Henry, karena melalui pimpinan sidang bertatap muka melalui online atau virtual sehingga pelaku hanya tampak dalam layar.

Sementara keluarga korban dan kuasa hukumnya setia menyaksikan dan mendengarkan dalam ruangan sidang.

Mereka tidak bisa melihat wajah pelaku selama sidang pembacaan vonis berlangsung.

Kuasa hukum korban, Christiansen Aditya mengatakan pihaknya tidak bisa melihat reaksi pelaku saat pembacaan vonis.

Pelaku, seperti diketahui, dijatuhi vonis pidana mati oleh Pengadilan Negeri Sukoharjo.

"Kami tidak tahu reaksinya seperti apa," kata Adit kepada TribunSolo.com.

"Itu karena sidang dilakukan secara online," tambahnya.

Adapun, selama proses persidangan pembacaan vonis, protokol kesehatan tetap diterapkan.

Para perwakilan keluarga dan kuasa hukum yang hadir tetap menjaga jarak satu sama lain saat duduk mendengarkan putusan.

3. Keluarga Korban Lega

Keluarga korban menghadiri sidang saat putusan terhadap pelaku pembantaian satu keluarga di Pengadilan Negeri (PN) Sukoharjo.

Perwakilan keluarga korban, Samsiyatun (46) tampak tak bisa menahan rasa leganya mendengar Ketua Hakim Bukhori Tampubolon memvonis pelaku dengan hukuman mati sesuai tuntutan sebelumnya.

Bahkan air matanya berkaca-kaca setelah mendengarkan vonis saat sidang yang berlangsung sejak pukul 15.00 hingga pukul 17.00 WIB tersebut.

Dia mengatakan, hati keluarga lega seusai vonis mati dijatuhkan untuk pelaku.

"Kami puas, bukannya kami balas dendam, mati harus dibayar mati, tidak," kata dia dengan nada lirih sembari menahan tetesan air matanya.

"Kita nuntut biar negara mengadili seadil-adilnya. Kita merasa sebagian keluarga sudah marem (puas), kalau dihukum mati," tambahnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, vonis pidana mati terhadap pelaku setimpal dengan perbuatan pembantaian yang dilakukan terhadap anggota keluarganya.

"Dia sudah membunuh 4 orang keluarga Suranto, keturunannya sudah habis, sudah tidak ada keturunan," ucap Samsiyatun.

Ia menegaskan pihak keluarga sudah puas terhadap vonis pidana mati yang diputuskan Pengadilan Negeri Sukoharjo.

"Hati kami sudah lega," tutur dia.

"Biar kehilangan adik-adik, keponakan kami, hati kami sudah lega pembunuh sudah dihukum mati," tambahnya.

4. Eksekutor Kejaksaaan

Henry Taryatmo (41) pembantai satu keluarga di Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo telah dijatuhi vonis hukuman mati, Senin (15/2/2021).

Ia terbukti menghabisi 4 orang dalam satu keluarga dengan mengerikan, yakni suami istri Suranto (43) dan Sri Handayani (36) serta dua anak belia mereka.

Kedua anak tersebut berinisial RRI (10) anak kelas 5 SD dan DAH (6) yang masih TK.

Satu keluarga itu dihabisi pelaku di kediaman mereka di Dukuh Slemben RT 01 RW 05 Dukuh Slemben, Desa Duwet, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, Jumat (21/8/2021).

Meski vonis pidana mati dijatuhkan, waktu eksekusi pelaku masih belum ditentukan.

Pejabat Humas Pengadilan Negeri Sukoharjo, Saiman mengatakan waktu eksekusi vonis akan ditentukan pihak kejaksaan.

"Itu kewenangan kejaksaan selaku eksekutor," katanya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved