Breaking News:

Berita Sragen Terbaru

Kesaksian Pemilik Rumah Nyaris Hanyut Gegara Longsor di Sragen: Tanggulnya Melorot, Rugi Rp 70 Juta

Pemilik rumah yang nyaris hanyut di sungai lantaran terdampak longsor di Dukuh Gabusan RT 2, Desa Tangkil, Sragen Saino buka suara.

TribunSolo.Com/Rahmat Jiwandono
Kondisi empat rumah di Dukuh Gabusan RT 2, Desa Tangkil, Kecamatan/Kabupaten Sragen terdampak longsor pondasi sungai, Rabu (17/2/2021). 

Saat itu kondisi sungai sedang tidak meluap.

"Tiba-tiba langsung longsor saja," katanya saat ditemui TribunSolo.com, Rabu (17/2/2021).

Baca juga: Tragedi Banjir di Semarang : 4 Warga Tewas Mengenaskan, Tersengat Listrik hingga Tertimbun Longsor

Baca juga: Bermula Kandang Longsor, 2 Harimau di Sinka Zoo Singkawang Lepas, Seorang Pawang Tewas

Menurut Saino, di belakang rumahnya ada sungai yang merupakan pertemuan Sungai Garuda dan Mungkung.

"Yang terdampak longsor ini lokasinya persis di dekat belokan sungai."

"Sehingga tanah di belakang saya tergerus walau malam itu enggak banjir," jelasnya.

Dapur rumah miliknya terdampak longsor.

"Karena dapur saya letaknya di belakang," katanya.

Meski rumahnya terkena longsor, Saino tidak mengungsi.

"Rumah saya ya cuma ini, tidak mungkin pindah," tegasnya.

Dikepung Banjir

Kabupaten Sragen dikepung banjir pada Minggu (14/2/2021) sore. 

Sedikitnya enam kecamatan yang dilanda banjir akibat diguyur hujan dengan intensitas tinggi tersebut.

Dari informasi yang didapat TribunSolo.com, enam kecamatan yang tergenang air meliputi Kecamatan Sragen Kota, Sidoharjo, Masaran, Gemolong, Karangmalang, dan Kalijambe. 

Baca juga: Sragen Dilanda Banjir, Akses Jalan Solo-Sragen Lumpuh Dua Jam Lebih, Begini Penjelasannya

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen, Sugeng Priono mengungkapkan, setidaknya di enam kecamatan itu terdapat 340 kepala keluarga (KK) yang terdampak banjir. 

"Totalnya ada 340 KK yang terdampak banjir," katanya kepada Tribunsolo.com, Senin (15/2/2021). 

Sugeng merincikan, jumlah KK paling banyak terdampak ada di Sidoharjo sebanyak 151 KK. 

"Kemudian di Sragen Kota ada 147 KK," kata dia. 

Baca juga: Satu Alat Pendeteksi Dini Banjir di Sragen Rusak, Buat Sirine Mati saat Air Sungai Meluap

Sementara di Masaran ada 25 KK, Karangmalang delapan KK, Kalijambe tujuh KK, dan Gemolong dua KK. 

"Tapi alhamdulillah tidak ada korban jiwa saat banjir kemarin," tuturnya. 

Baca juga: Satu Alat Pendeteksi Dini Banjir di Sragen Rusak, Buat Sirine Mati saat Air Sungai Meluap

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati menuturkan, pihaknya telah mengidentifikasi jumlah rumah yang terdampak banjir. 

"Kami identifikasi berapa rumah yang dilanda banjir untuk segera dikirimkan logistik berupa sembako," ujar Yuni.

TANGGAPAN BUPATI

Banjir yang mengepung Sragen sejumlah titik direspons Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati.

Diketahui jika banjir yang melanda Sragen diantaranya terjadi di Jalan Solo-Purwodadi, Kecamatan Kalijambe dan di Kelurahan/Kecamatan Sidoharjo, Sragen.

Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyatakan bahwa Kali Mungkung yang mengakibatkan sebagian pedukuhan di kelurahan Sidoharjo tergenang air akan segera dikeruk. 

"Kami sudah ajukan e Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo supaya dilakukan pengerukan," kata dia, Senin (15/2/2021). 

Baca juga: Sungai Mungkung Sragen Meluap, Pemukiman Terendam Banjir Setengah Meter, Warga Angkati Perabot Rumah

Menurutnya, urusan pengerukan Kali Mungkung menjadi wewenang BBWS Bengawan Solo. 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen telah mengidentifikasi jumlah rumah yang terdampak banjir. 

"Kami identifikasi berapa rumah yang dilanda banjir untuk segera dikirimkan logistik berupa sembako," katanya. 

Baca juga: Sragen Dilanda Banjir, Akses Jalan Solo-Sragen Lumpuh Dua Jam Lebih, Begini Penjelasannya

Lebih lanjut ia mengutarakan, hari ini Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah (Jateng) meninjau Jalan Solo-Purwodadi yang terendam air pada Jumat (12/2/2021) lalu. 

"Mereka tadi meninjau ke Kalijambe pukul 09.00," tuturnya. 

Baca juga: Mengharukan, Perempuan Hamil di Sragen Dievakuasi dari Kepungan Banjir: Kondisi Mau Melahirkan

Yuni berharap jalan yang rusak serta drainase yang tidak berfungsi dapat segera diperbaiki. 

Diakuinya, saat ini tidak mungkin untuk menambal jalan berlubang di Jalan Solo-Purwodadi. 

"Karena jika ditambal sekarang akan cepat rusak sebab intensitas hujan masih tinggi," tambahnya. 

SUNGAI MUNGKUNG SRAGEN MELUAP

Sungai Mungkung meluap setelah diguyur hujan deras, Minggu (14/2/2021) malam. 

Luapan Sungai Mungkung memaksa warga yang tinggal di dekat lokasi harus menaikkan barang-barangnya. 

Warga setempat, Hartanti mengaku harus menaikkan segala perabotan yang ada di dalam rumah karena genangan sudah masuk ke rumahnya. 

"Ketinggian airnya sekitar 50 sentimeter," katanya kepada Tribunsolo.com, Minggu (14/2/2021). 

Baca juga: Mengharukan, Perempuan Hamil di Sragen Dievakuasi dari Kepungan Banjir: Kondisi Mau Melahirkan

Dia khawatir perabotannya bisa rusak bila terkena banjir. 

Hartanti harus mengangkat perabotan rumahnya setiap kali banjir datang. 

"Sudah biasa kalau banjir saya sekeluarga memindahkan perabotan supaya enggak kena air," paparnya. 

Baca juga: Sragen Dilanda Banjir, Akses Jalan Solo-Sragen Lumpuh Dua Jam Lebih, Begini Penjelasannya

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Sragen, Sugeng Priono menyampaikan bahwa banjir akibat luapan Sungai Mungkung dan Sungai Garuda karena Kabupaten Karanganyar diguyur hujan deras sejak sore tadi. 

"Imbasnya paling parah di Sragen," kata Sugeng. 

Sejumlah pedukuhan yang berada di sekitar Sungai Mungkung dan Sungai Garuda yang paling merasakan dampak banjir. 

Baca juga: Satu Alat Pendeteksi Dini Banjir di Sragen Rusak, Buat Sirine Mati saat Air Sungai Meluap

Hingga kini, jajarannya masih terus melakukan pendataan ihwal banjir yang melanda Bumi Sukowati. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved