Breaking News:

Hadapi Cuaca Ekstrem dan Gelombong Tinggi, Kemenhub Terbitkan Maklumat Waspada Bagi Pelabuhan

Menghadapi cuaca ekstrem yang berdampak besar dan bahaya bagi pelabuhan di Indonesia, Kemnhub menerbitkan maklumat agar berhati-hati

(Istimewa)
Ilustrasi gelombang pasang dan menenggelamkan sebuah kapal 

Setiap kapal yang berlindung wajib segera melaporkan kepada Syahbandar dan SROP terdekat dengan menginformasikan posisi kapal, kondisi cuaca dan kondisi kapal, serta hal-hal penting lainnya dan melakukan pemantauan atau pengecekan terhadap kondisi kapal. Hal ini ditujukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan kapal yang dapat menyebabkan terjadi tumpahan minyak di laut.

“Jika terjadi kecelakaan, kapal harus segera berkoordinasi dengan Syahbandar setempat dan melakukan penanggulangan tumpahan minyak dan akibat lain yang ditimbulkan termasuk penandaan dan kegiatan salvage,” jelas Ahmad.

Ahmad juga menginstruksikan seluruh Kepala Pangkalan PLP dan Kepala Distrik Navigasi agar kapal-kapal negara (kapal patroli dan kapal perambuan) untuk tetap bersiaga dan segera memberikan pertolongan kepada kapal yang berada dalam bahaya atau mengalami kecelakaan.

Kepala SROP dan Nakhoda kapal negara untuk melakukan pemantauan dan penyebarluasan kondisi cuaca dan berita marabahaya.

"Apabila terjadi kecelakaan kapal maka Kepala SROP dan Nahkoda kapal negara harus berkoordinasi dengan Pangkalan PLP," ujarnya.

Cuaca Buruk dan Dentuman Keras di Buleleng Bali

Sebelumnya, sejumlah warga mendengat suara dentuman keras di wilayah Buleleng, Bali, Minggu (24/1/2021) siang.

Sampai sekarang, belum diketahui asal-usul suara dentuman tersebut.

Baca juga: Heboh Misteri Dentuman Keras di Bali, BMKG Ungkap Adanya Sinyal 20 Detik yang Terekam Sensor

Baca juga: Geger Misteri Dentuman Keras di Bali, Warga Mengaku Sempat Melihat Benda Asing di Langit

Pusat Gempabumi Regional (PGR) III Denpasar menyampaikan adanya anomali sinyal yang terekam pada sensor di Singaraja milik BMKG.

"Begitu kami cek pada pukul 10.27 WITA ternyata ada anomali sinyal namun sinyal ini bukan sinyal seismik gempa bumi karena kami lihat tidak dicatat oleh beberapa sensor lain di sekitarnya. Tapi hanya terekam di sensor Singaraja saja," ujar observer PGR III Denpasar, Indira, Minggu 24 Januari 2021.

Halaman
1234
Editor: Muhammad Irfan Al Amin
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved