Proyek Tol Solo Jogja

Meski Dapat Rp 10 Miliar dari Proyek Tol, Petani Boyolali Emoh Ikut Fenomena Borong Mobil di Tuban

Di Kabupaten Boyolali juga ada fenomena serupa kaya dadakan karena terima ganti rugi tol.

Penulis: Ilham Oktafian | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Istimewa
Kolose poenampakan pengerjaan fisik proyek Jalan Tol Solo-Jogja di Desa Juwiran, Kecamatan Bayudono, Kabupaten Boyolali tepatnya dseberang exit tol Ngasem Colomadu, Jalan Raya Solo-Semarang, Sabtu (12/12/2020). Ilustrasi tumpukan uang. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ilham Oktafian

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Meskipun mendapatkan uang dalam jumlah fantastis menembus Rp 10 miliar, petani di Kabupaten Boyolali tak mau berfoya-foya.

Ya, fenomena ketiban 'durian runtuh' karena mendapatkan miliaran rupiah tak hanya terjadi di Tuban, Jawa Timur (Jatim).

Di Kabupaten Boyolali juga ada fenomena serupa, sehingga kini menjadi kaya raya atau kaya mendadak imbas ganti rugi proyek Tol Solo-Jogja.

Satu di antaranya, pasangan warga asal Kecamatan Sawit, Roisa Muhammad (32) dan Anik Dewi (32).

Roisa yang sehari-hari jadi petani itu tak menyangka ketiban durian runtuh proyek Tol Trans Jawa yang menghubungkan kawasan Ngasem melewati Banyudono dan Sawit.

Sosok petani bernama Roisa Muhammad (32) dan istrinya Anik Dewi (32) yang menerima kompensasi Tol Solo-Jogja senilai Rp 10 miliar di Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali, Jumat (19/2/2021).
Sosok petani bernama Roisa Muhammad (32) dan istrinya Anik Dewi (32) yang menerima kompensasi Tol Solo-Jogja senilai Rp 10 miliar di Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali, Jumat (19/2/2021). (TribunSolo.com/Ilham Oktafian)

Baca juga: 45 Bidang Tanah di Desa Sambon Boyolali Terdampak Proyek Tol Solo-Jogja, Masuk Tahap Musyawarah

Baca juga: Ada Warga Protes hingga Kirim Surat ke Presiden, Ini Pembelaan Pengelola Proyek Jalan Tol Solo-Jogja

Pasangan muda tersebut menerima ganti untung senilai Rp 10 miliar.

Angka tersebut berdasarkan data yang diterima TribunSolo.com, menjadi kompensasi tertinggi di Kabupaten Boyolali.

Mengingat dari puluhan orang, hanya kisaran mendapatankan ratusan juta hingga paling banter Rp 3,8 miliar saja.

"Alhamdulillah, rezekinya gusti Allah," ungkapnya saat ditemui TribunSolo.com Jumat (19/2/2021).

Total nilai ganti untung sebesar Rp 10 miliar sendiri, kata Roisa merupakan nilai 4 bidang tanahnya yang terdampak proyek tol dengan luas 9.000 meter. 

"Kurang lebihnya kalau dibulatkan segitu," paparnya.

Meski menerima uang kompensasi yang tak sedikit, namun Roisa mengaku tak ingin berfoya-foya layaknya warga Tuban yang belakangan ini viral.

Apalagi sampai memborong mobil.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved