Breaking News:

Berita Karanganyar Terbaru

Wisatawan Jadi Korban Jambret di Tawangmangu, Gunakan HP untuk GPS, Sempat Teriak

Seorang wisatawan di Tawangmangu, Karanganyar menjadi korban penjambretan saat dia menggunakan handphonenya untuk penunjuk arah.

TribunSolo.com / Muhammad Irfan Al Amin
Kabut menyelemuti kawasan Tawangmangu, Karanganyar, Jumat (12/2/2021). Jarak pandang menjadi 5 meter saja. 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Muhammad Irfan Al Amin

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Wisatawan di Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar kehilangan handphonenya karena dijambret pelaku.

Saat itu korban sedang menggunakan handphone itu untuk menunjukan arah.

Peristiwa itu dialami oleh Ainun Nuril (23), Sabtu (20/2/2021) sekira pukul 15.00 WIB.

Ainun yang merupakan mahasiswi di sebuah universitas di Kota Solo itu mengendarai motor sembari membuka handphone untuk mencari lokasi wisata melalui aplikasi GPS.

Saat dirinya tengah fokus di layar handphone, ternyata momen itu dimanfaatkan dengan baik oleh AG (22) untuk menjambret.

Baca juga: Viral Chat Kocak Netizen dan Ibunya soal Charger Handphone, Bikin Greget dan Ngakak

Baca juga: Viral Video Dua Gadis Kompak Pamer Barang Kembaran, Mulai Uang Segepok hingga Handphone

Baca juga: Viral Warga Tuban Borong Mobil, Bos Pertamina Rosneft Justru Ungkap Kesedihannya: Saya yang Salah

Terkejut saat handphonenya dirampas, Ainun langsung menekan klakson motornya dan berteriak minta tolong.

Beruntung ketika kejadian Ainun tidak sendirian, dirinya berangkat bersama rombongan sehingga bisa mengejar pelaku secara beriringan.

Menurut keterangan Kapolsek Tawangmangu, AKP Ismugiyanto, korban bersama kawan-kawannya berteriak: "jambret-jambret", sehingga warga sekitar ikut merespon.

"Dengan dibantu warga, pelaku berhasil diamankan di Desa Karanglo, tepatnya di Jalur Matesih Tawangmangu," jelasnya kepada TribunSolo.com.

AKP Ismugiyanto juga mengimbau kepada warga agar selalu berhati-hati dalam berkendara.

"Jangan menggunakan handphone saat berkendara, apabila ingin membuka aplikasi GPS berhenti sejenak lalu kemudian baru dilanjutkan kembali," ujarnya.

"Hal ini dilakukan agar tidak terjadi tindak pidana dan kecelakaan akibat lalai dalam berkendara," imbuhnya. (*)

Penulis: Muhammad Irfan Al Amin
Editor: Mardon Widiyanto
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved