Manfaat Puasa bagi Penderita Asam Lambung, Sebelum Ramadhan Tiba Simak Tips Spesialis Gizi UNS Solo

Beberapa pertanyaan sering muncul saat bulan Ramadhan segera tiba. Yakni apakah aman jika penderita asam lambung tetap berpuasa?

Penulis: Ilham Oktafian | Editor: Hanang Yuwono
(Emily Frost)
Ilustrasi asam lambung 

Laporan Wartawan TribunSolo.com,Ilham Oktafian

TRIBUNSOLO.COM,SOLO - Beberapa pertanyaan sering muncul saat bulan Ramadhan segera tiba.

Yakni apakah aman jika penderita asam lambung tetap berpuasa?

Jawabannya aman. Sebab, sebuah penelitian ilmiah menunjukkan jika kita berpuasa, keluhan sakit bagi penderita asam lambung dapat berkurang.

Baca juga: Tips Puasa untuk Penderita Diabetes, Persiapkan Hal Berikut Sebelum Ramadhan Tiba

Baca juga: Apakah Vaksin Covid-19 saat Bulan Ramadhan Bisa Batalkan Puasa? Ini Jawaban Maruf Amin

Dokter spesialis gizi klinik di Laboratorium Gizi Fakultas Kedokteran UNS dan RSUD Moewardi, Dr Amelya Augusthina Ayusari MGizi SpGK menjelaskan, jika di Indonesia ada yang melakukan penelitian tentang hal itu.

Dalam penelitian tersebut, kelompok dibagi menjadi 2, kelompok pertama pasien yang menderita asam lambung dan tetap berpuasa, sedangkan kelompok kedua pasien yang menderita asam lambung namun tidak berpuasa.

"Ada penelitian di Indonesia tentang pasien yang menderita sakit lambung," papar Dr Amelya saat dibubungi Rabu (29/4/2020).

"Kelompok pertama, pasien ini berpuasa saat sakit asam lambung, kelompok kedua tidak berpuasa," jelasnya.

Saat kelompok pertama pertama diuji, ternyata keluhan sakit lambungnya berkurang secara signifikan.

Berbeda dengan kelompok kedua yang masih tetap mengeluhkan sakit asam lambung.

"Kemudian hasil pasien yang berpuasa saat sakit asam lambung, keluhan sakit lambungnya justru berkurang," kata dia.

"Sedang yang kelompok lain, tetap mengeluhkan sakit lambung dengan tidak berpuasa," ungkapnya.

Teraturnya waktu makan, seperti saat sahur dan berbuka ternyata mampu mempengaruhi kesehatan lambung kita pada umumnya.

Meskipun yang harus diperhatikan adalah tetap menjalani pantangan untuk tidak makan pedas, gorengan maupun soda saat kita hendak sahur maupun berbuka.

"Setelah diteliti ternyata, makanan yang teratur di jam seperti berbuka dan sahur mempengaruhi kesehatan lambungnya," paparnya.

"Meskipun makanannya harus diperhatikan, seperti tidak makan pedas, gorengan maupun soda," pungkas Dr Amelya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved