Breaking News:

Berita Solo Raya Terbaru

Meski Ada Anak Presiden Akan Dilantik Jadi Wali Kota Solo, Kapolda Jateng : Pengamanan Biasa Saja

Polda Jawa Tengah (Jateng) masih menerapkan Operasi Mantap Praja dalam upaya pengamanan Pilkada 2020.

TribunSolo.com/Agil Tri
Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi saat mengunjungi Kelurahan Gayam, Kecamatan/Kabupaten Sukoharjo, Selasa (23/2/2021). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Polda Jawa Tengah (Jateng) masih menerapkan Operasi Mantap Praja dalam upaya pengamanan selama berlangsungnya Pilkada 2020.

Menurut Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi, Operasi Mantap Praja akan diterus diterapkan hingga masa pelantikan kepala daerah terpilih yang sebentar lagi digelar.

Rencananya, pemerintah akan melantik kepala daerah terpilih di 170 daerah pelaksana Pilkada 2020 pada 26 Februari 2021.

Baca juga: Ini 2 Gubernur Paling Populer di Indonesia Versi LSI: Sama-sama Lulusan UGM, Capres Potensial 2024?

Baca juga: Sepekan Lagi, Gibran Akan Dilantik Jadi Wali Kota Solo, Secara Virtual & Tamu Undangan Cuma 25 Orang

Lalu bagaimana dengan pengamananya?

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi menekankan, tak ada pengamanan berlebihan saat pelantikan nanti.

"Pengamanan (saat pelantikan) biasa saja. Kita masih dalam operasi Mantap Praja, dan sudah di protapkan di 21 kabupaten/kota," ucapnya saat berkunjung di Kelurahan Gayam, Kecamatan/Kabupaten Sukoharjo, Selasa (23/2/2021).

Hal tersebut juga berlaku di Solo Raya, Baik di Kota Solo maupun Kabupaten sekitarnya seperti Sukoharjo, Wonogiri, Klaten, Boyolali, dan Sragen.

Sebab, Pilkada yang terjadi di Solo Raya menurutnya, tiada sengketa.

"Pelantikan di tempat kita (Solo Raya) tidak ada potensi konflik," ucapnya.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved