Breaking News:

Berita Solo Terbaru

Kapolda Jateng Ultimatum 10 DPO Aksi Premanisme di Solo : Serahkan Diri atau Dicari ke Akar-akarnya?

Mantan Kapolresta Solo itu menegaskan, tidak ada ruang untuk aksi premanisme di Solo khususnya, dan Jawa Tengah pada umumnya.

TribunSolo.com/Ryantono Puji Santoso
Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi menunjukkan barang bukti kasus premanisme di Mapolresta Solo, Jumat (26/2/2021). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ryantono Puji Santoso

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kapolda Jawa Tengah (Jateng), Irjen Pol Ahmad Luthfi mengultimatum sejumlah orang yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

Moereka terlibat aksi premanisme di Solo yang diungkap polisi.

Mantan Kapolresta Solo itu menegaskan, tidak ada ruang untuk aksi premanisme di Solo khususnya, dan Jawa Tengah pada umumnya.

Hal ini sudah disampaikan pada Kapolres di kawasan Jawa Tengah.

Bila ada aksi premanisme akan langsung di panggil, diperiksa, dan ditangkap lalu tahan.

Baca juga: Gibran Dilantik, Polisi Umumkan Tangkap 9 Pelaku Premanisme di Solo, Ada Banyak Golok Diamankan

Baca juga: Gibran Dilantik Jadi Wali Kota Solo, Mudrick Eks Relawan Prabowo Solo Raya : Saya Malah Enggak Tahu

"Perintah saya tuntaskan sampai ke akar-akarnya itu sehingga tidak ada aksi premanisme," papar Irjen Pol Ahmad Luthfi, Jumat (26/2/2021).

Dia meminta agar 10 dari dia kasus di Solo untuk segera menyerahkan diri.

"Menyerahkan atau kami cari ke akar-akarnya?, identitas sudah kami kantongi," terang dia menekankan.

Bertepatan dengan Pelantikan

Bertepatan dengan pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa, polisi mengumumkan aksi premanisme.

Pengumuman dipimpin langsung Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Luthfi yang diikuti di antaranya Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak di halaman Mapolresta Solo, Jumat (26/2/2021). 

Total ada 9 pelaku aksi premanisme yang ditangkap polisi di beberapa lokasi mulai dari di  Kelurahan Sondakan, Kecamatan Laweyan hingga di Kelurahan Danukusuman, Kecamatan Serengan.

Para pelaku di Kelurahan Sondakan adalah Agus alias Agus Pitik (39) warga Gadingan, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo.

Baca juga: Pesan Mendalam Purnomo untuk Wali Kota Gibran : Tak Hanya Majukan Solo,Tapi Rawat-rawatlah Toleransi

Baca juga: Gibran Dilantik Jadi Wali Kota Solo, Mudrick Eks Relawan Prabowo Solo Raya : Saya Malah Enggak Tahu

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved