Breaking News:

Berita Sragen Terbaru

Bocah Korban Kekerasan Seksual asal Sragen akan Dibawa ke Panti, Dinas: Tunggu Persetujuan Orangtua

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen berencana untuk membawa bocah perempuan dengan inisial W (9) ke panti, untuk proses rehabilitasi mental bocah ter

Penulis: Rahmat Jiwandono | Editor: Agil Tri
(ISTOCK)
Ilustrasi pemerkosaan oleh kakak 

Namun demikian, proses hukum bagi P terus berjalan.

Pasalnya, P diduga mengimingi-imingi W untuk datang ke balai desa dan di sana ternyata sudah ada tiga laki-laki yang tak lain teman P sudah menunggunya.

"Kami masih mencari mana keterangan yang benar," ungkapnya.

Kekerasan Seksual

Kasus pemerkosaan terhadap anak di bawah umur masih terjadi di Kabupaten Sragen

Berdasarkan data Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Sragen pada tahun ini mencatat ada empat kasus kekerasan seksual terhadap anak. 

Pada 2020 lalu, total ada 35 kasus yang ditangani DP2KBP3A Sragen. 

Baca juga: Pelaku Rudapaksa Bocah 9 Tahun di Sragen Berkeliaran, Pengacara : Tangkap Supaya Tak Ada Korban Lagi

Baca juga: Oknum Guru Silat Rudapaksa Bocah di Sragen, Orangtua Curiga Putrinya Pulang Tak Pakai Celana Dalam

Sekretaris Dinas (Sekdin) DP2KBP3A Sragen, Joko Puryanto mengatakan, kasus-kasus ini sejatinya seperti puncak gunung es. 

"Maksudnya kami hanya menangani kasus yang dilaporkan. Untuk yang tidak dilaporkan, kami tidak tahu berapa jumlahnya," paparnya kepada Tribunsolo.com, Sabtu (27/2/2021). 

Ia tidak menampik bila Bumi Sukowati darurat kekerasan seksual pada anak. 

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved