Breaking News:

Kalah Banding, Terdakwa Kasus Mega Korupsi Asuransi Jiwasraya Tetap Divonis Seumur Hidup

Tersangka kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya yang merugikan keuangan negara sebesar Heru Hidayat divonis hukuman seumur hidup

Editor: Muhammad Irfan Al Amin
Tribunnews.com
Suasana sidang secara virtual pembacaan vonis kasus dugaan korupsi pada PT Asuransi Jiwasraya (Persero) di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (26/10/2020). Sidang tersebut dengan agenda pembacaan vonis untuk dua terdakwa mantan Komisaris PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro dan mantan Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera (Tram) Heru Hidayat terkait kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang 

Mantan Wakil Bupati Sukoharjo itu mengatakan, marger BUMN ini dilakukan kepada sejumlah BUMN yang bergerak dibidang perbankan, asuransi, hingga pangan.

Seperti holding yang menggabungkan PT Permodalan Nasional Madani (PMN) dan PT Pegadaian di bawah konsolidasi PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) dipercaya akan membawa manfaat besar.

"PMN, BRI, dan Penggadaian ini disatukan secara sinergis, agar semua nasabah di tiga BUMN tersebut bisa gampang aksesnya dan lebih mendapatkan manfaat," ucapnya.

"Adalagi spesifikasi perbankan, misal BRI untuk UMKM, BNI dan Mandiri untuk corporate, dan BTN untuk perumahan," jelasnya.

Selain itu, sejumlah BUMN masuk PPA untuk dibenahi. Misal pembelian pesawat oleh Garuda yang dianggap tidak efisien.

Baca juga: Info Lowongan Kerja BUMN : SIER Buka untuk 24 Posisi Lowongan Bagi Lulusan SMK, D3 dan S1

Toha mengatakan, pembelian pesawat tersebut harus ditunda terlebih dahulu. Meski saat ini masih dalam proses negoisasi.

Untuk kasus Jiwasraya sendiri, Toha mengatakan kerugian yang harus ditanggung terus meningkat.

Sebab, bunga klaim kepada nasabah nilainya tinggi dan dianggap tidak masuk akal.

"Kerugian Jiwasraya meningkat terus. Pertama itu sekitar Rp 14 triliun kerugiannya. Kemudian dihitunglagi menjadi Rp 25 triliun, kemudan naik lagi menjadi Rp 35 triliun," jelasnya.

"Kalau sampai pertengahan 2021 belum di restrukstisasi bisa sampai Rp 50 triliun," imbuhnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved