Breaking News:

Nasib Ibu Muda Dibakar Suami, Sudah Derita Luka Menyakitkan, Kini Terlilit Utang Rp 25 Juta di RS

Aksi kejam suami terhadap istrinya ini berawal cekcok terkait hubungan keduanya yang mulai tidak harmonis.

Editor: Hanang Yuwono
ISTIMEWA
Ilustrasi bakar diri. 

Selanjutnya, bensin tersebut dibawa Agus dengan dimasukkan ke dalam botol plastik berwarna hijau.

Sekira pukul 11.00 WIB Agus menuju sebuah jalan di Kapanewon Nanggulan untuk menunggu Ningsih yang biasanya melewati jalan tersebut.

Kemudian sekira pukul 12.00 WIB Ningsih melewati jalan itu dan oleh Agus diberhentikan.

"Mereka sempat terjadi keributan pada saat itu juga pelaku menyiramkan bensin ke bagian punggung, dada, dan wajah korban yang kemudian dibakar dengan menggunakan korek api," kata Wakapolres Kulon Progo, Kompol Sudarmawan saat konferensi pers di Mapolres Kulon Progo Selasa (3/11/2020).

Setelah membakar Ningsih, Agus kemudian kabur.

Kemudian, warga yang lewat di lokasi kejadian menemukan Ningsih dalam keadaan tergeletak dan tubuhnya dalam kondisi terbakar.

Ningsih pun segera dilarikan ke RSUD Wates.

Di lokasi kejadian saat itu polisi menemukan satu motor Honda Vario, satu botol plastik warna hijau, satu tas bekas terbakar, dan satu kacamata yang juga sudah terbakar.

Pelaku Agustrikoyopari Suda (51) mempraktikkan penyiraman bensin terhadap korban.
Pelaku Agustrikoyopari Suda (51) mempraktikkan penyiraman bensin terhadap korban. (Tribunjogja/ Sri Cahyani Putri)

Kasubag Humas Polres Kulon Progo mengatakan saat itu, Ningsih masih bisa berbicara dan menyebut nama Agus sebagai pelakunya.

“Korban pada saat awal diketahui menyebut nama Agus. Dan sesuai keterangan yg didapat serta perkembangan informasi dari korban maupun saksi, semua mengarah ke nama DPO ini,” kata Jeffry, Senin (7/9/2020).

Ningsih tak bertahan

Saat dievakusi, Ningsih dalam keadaan sadar.

Namun hampir 50 persen tubuhnya terbakar.

Selain itu luka bakar yang dialami Ningsih masuk kategori parah karena terdapat kerusakan jaringan.

Luka bakar yang dialami Ningsih mayoritas ada di bagian tubuh depan seperti wajah, dada, perut, punggung, dan dua tangannya.

Setelah menjalani perawatan, kondisi Ningsih sempat membaik.

Namun, belakangan kondisinya memburuk hingga menghembuskan nafas terakhir pada Sabtu (17/10/2020).

Pengakuan pelaku

Setelah melarikan diri selama 55 hari, Agus akhirnya ditangkap Kamis (29/10/2020) pukul 08.00 WIB.

Agus pun dihadirkan polisi dalam konferensi pers, Selasa (3/11/2020).

Kepada awak media ia mengakui perbuatannya.

Ia nekat melakukan tindakan kriminal itu karena sudah emosi terhadap korban karena tidak mau diajak menikah padahal sudah menjalani hubungan asmara cukup lama.

Catur Atminingsih (54) warga asal Banyuwoto, Kapanewon (kecamatan) Sentolo, Kulon Progo, DI Yogyakarta. Ia terbaring lemah di RSUD Wates sepekan lalu.(DOKUMENTASI POLRES KULON PROGO)
Catur Atminingsih (54) warga asal Banyuwoto, Kapanewon (kecamatan) Sentolo, Kulon Progo, DI Yogyakarta. Ia terbaring lemah di RSUD Wates sepekan lalu.(DOKUMENTASI POLRES KULON PROGO) (DOKUMENTASI POLRES KULON PROGO via Kompas.com)

"Saya emosi karena saat ditanya kelanjutan hubungannya mau saya ajak nikah dia jawabnya tidak mau bila diajak nikah. Saya kan emosi kemudian dia saya siram dengan bensin menggunakan tangan kanan di seluruh tubuh dan disulut menggunakan korek api dan saya melarikan diri. Awalnya saya melakukan ini untuk memberikan efek jera saja tapi tidak tahunya malah fatal," jelas Agus.

Selama menjadi buron, ia sempat melarikan diri ke Magelang, Bantul, Wonosari hingga kembali ke Kulon Progo tepatnya di sekitar Pasar Cikli sebelumnya akhirnya ia ditangkap oleh polisi.

"Saya balik ke Kulon Progo karena sudah kehabisan dana. Selama melarikan diri saya mengemis dan tidur di pasar, jembatan bahkan kuburan. Selain itu saya kabur karena waktu itu pikiran saya sedang kalud," katanya.

Adapun pelaku dikenakan pasal 351 ayat 2 Jo ayat 353 KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan luka berat dengan direncanakan terlebih dahulu dengan ancaman paling lama 5 tahun penjara.

Namun karena korban meninggal dunia ada penyesuaian pasal yang dikenakan pelaku yakni pasal 340 KUHP, 338 KUHP dan 351 KUHP dengan ancaman hukuman seumur hidup. 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul: Kisah Cinta Janda Asal Kulon Progo Berujung Maut, Korban Dibakar Kekasih Karena Menolak Diajak Nikah

Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Butuh Uluran Tangan, Korban Dibakar Suami Berhutang Puluhan Juta di Rumah Sakit Deli Serdang

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved