Breaking News:

Penanganan Covid

Pemerintah Tak Ingin Orang yang Terkonfirmasi Covid-19 Justru Dikucilkan, Kerahkan Ribuan Tracer

Selama ini kerap muncul stigma orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan sedang isolasi mandiri akan dikucilkan.

Editor: Hanang Yuwono
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
ILUSTRASI : Tenaga medis melakukan simulasi alur masuk pasien Covid-19 di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Jalan Pasteur, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (6/3/2020). 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA -- Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD, PhD, KEMD menyebut ada sejumlah problem terkait Penanganan Covid-19 di Indonesia.

Ia mengatakan salah satunya adalah pelaksanaan isolasi mandiri di masyarakat masih terkendala sejumlah hal.

Selama ini kerap muncul stigma orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan sedang isolasi mandiri akan dikucilkan.

Baca juga: Benarkah Efek Samping Vaksin Covid-19 Bikin Nafsu Makan Meningkat? Ini Penjelasannya

Baca juga: WHO Ingatkan Pandemi Covid-19 Kemungkinan Jadi Endemik. Vaksin Tak Serta Merta Akhiri Corona

“Salah satu kendalanya yang biasa di masyarakat adalah stigma – stigma dari masyarakat yang masih kental kalau itu (orang positif COVID-19) akan dikucilkan oleh tetangga sekelilingnya,” kata dr. Dante beberapa waktu lalu.

Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono usai mendaftar untuk disuntik vaksin COVID-19 produksi Sinovac (CoronaVac) oleh vaksinator di RSCM Jakarta Pusat, Kamis (14/1/2021). Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono seusai disuntikan vaksin berharap tidak ada gejala Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang dialaminya. Ini karena vaksin COVID-19 buatan Sinovac sudah melalui serangkaian uji klinik. Tribunnews/Jeprima
Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono usai mendaftar untuk disuntik vaksin COVID-19 produksi Sinovac (CoronaVac) oleh vaksinator di RSCM Jakarta Pusat, Kamis (14/1/2021). Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono seusai disuntikan vaksin berharap tidak ada gejala Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang dialaminya. Ini karena vaksin COVID-19 buatan Sinovac sudah melalui serangkaian uji klinik. Tribunnews/Jeprima (Tribunnews/JEPRIMA)

Sebagai upaya penelusuran kontak, Dante mengatakan pemerintah menerjukan ribuan tracer di tengah masyarakat.

Selain mencari kasus yang mungkin ditimbulkan akibat terinfeksi, tracer juga memberikan edukasi sehingga pasien isolasi mandiri tidak merasa dikucilkan.

“Kita harus membuat budaya baru bahwa kegiatan kontak tracing adalah kegiatan yang membuat pasien atau keluarga atau masyarakat tidak merasa dikucilkan kalau terkonfirmasi Covid-19,” tutur dr. Dante.

WHO menargetkan 1 pasien kasus konfirmasi positif harus dilakukan kegiatan tracing terhadap 30 orang yang pernah kontak dengan pasien positif tersebut, lantaran banyak kasus Covid-19 tidak menimbulkan gejala.

“Yang berbahaya itu yang tidak mempunyai gejala karena mempunyai potensi untuk menularkan kepada masyarakat sekeliling. Kalau ini tidak dihentikan segera maka yang akan kita dapatkan adalah kenaikan kasus terus,” ucap dr. Dante.

Kegiatan tracing ini diharapkan agar arus pasien Covid-19 di rumah sakit menjadi berkurang karena kasus akan ditemukan lebih dini. (Rina Ayu)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul: Ribuan Tracer Diterjunkan untuk Kurangi Pengucilan Orang yang Terkonfirmasi Covid-19

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved