Breaking News:

Sah! Presiden Jokowi Akhirnya Cabut Aturan Investasi Miras Usai Dapat Masukan Ulama-ulama

Jokowi menerima masukan dari banyak pihak, termasuk ulama dari organisasi MUI, NU, dan Muhammadiyah terkait investasi miras ini.

Tribunnews/HO/Biro Pers Setpres/Lukas
Presiden Joko Widodo 

TRIBUNSOLO.COM -- Presiden Joko Widodo mengungkapkan alasan mengapa dirinya resmi mencabut aturan investasi minuman keras ( miras) dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal.

Hal itu setelah Jokowi menerima masukan dari banyak pihak, termasuk organisasi MUI, NU, dan Muhammadiyah.

Baca juga: Lowongan Kerja PT Indofood untuk Lulusan SMA, D3 hingga S1: Tersedia Banyak Posisi, Simak Infonya

Baca juga: Isi Pembicaraan Sri Mulyani dengan Presiden Jokowi Selama 5 Menit : Minta Flyover Dibangun di Klaten

"Setelah menerima masukan-masukan dari ulama-ulama, baik Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdatul Ulama (NU), Muhammadiyah dan ormas-ormas lain, serta tokoh agama lainnya," ujar Jokowi dalam keterangan pers virtual yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (2/3/2021).

Ilustrasi minuman keras (miras) oplosan.
Ilustrasi minuman keras (miras) oplosan. (Surya/Habibur Rohman)

Selain itu, Jokowi juga mengaku mendapat masukan dari provinsi dan daerah.

Sehingga, kepala negara merasa mantap untuk mencabut lampiran perpres yang mengatur pembukaan investasi baru untuk minuman keras (miras).

"Bersama ini saya sampaikan, saya putuskan lampiran Perpres terkait pembukaan investasi baru dalam industri minuman keras yang mengandung alkohol saya nyatakan dicabut," tegas Jokowi.

Sebelumnya diberitakan, ada kebijakan baru yang dilakukan pemerintah lewat Perpres Nomor 10 tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal.

Di dalamnya, tertuang aturan yang membolehkan industri miras atau investasi miras pada empat provinsi yakni Bali, Papua, Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Utara secara terbuka.

Perpres tersebut merupakan aturan turunan dari Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Berdasarkan perpres tersebut, industri minuman keras dapat memperoleh investasi dari berbagai sumber, baik investor asing maupun investor domestik.

Halaman
1234
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved