Breaking News:

Berita Solo Terbaru

Harga Cabai Rawit Merah di Sragen Menggila Sudah Tembus Rp 100 Ribu Per Kg, Ini Penyebabnya

Kapan harga cabai rawit merah akan kembali normal, tergantung pada kondisi cuaca.

Tribunsolo.com/Rahmat Jiwandono
Warti sedang menata cabai di Pasar Bunder Sragen pada Sabtu (27/2/2021). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Rahmat Jiwandono

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Harga cabai rawit merah di Kabupaten Sragen meroket.

Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan dan Pengembangan Disperindag Sragen, Muhammad Farid Wajdi menjelaskan, penyebab tingginya harga cabai karena cuaca ekstrim.

"Cuaca yang tidak menentu ini membuat hasil panen cabai tidak maksimal," ujarnya kepada TribunSolo.com, pada Rabu (3/3/2021).

Dampak lain dari cuaca ekstrem yaitu cabai yang sudah dipanen pun cepat membusuk.

"Sehingga sisa panen cabai yang tidak busuk terpaksa dijual oleh tengkulak ke pedagang dengan harga yang cukup tinggi," paparnya.

Baca juga: Anggota DPRD Solo Positif Sempat Foto Bareng, Wali Kota Gibran Tidak Swab Test : Insyaallah Sehat

Baca juga: Ingin Sembuh dari Kelumpuhan yang Mencengkram, Kuli Bangunan Ini Mimpi Bisa Nafkahi Anaknya Lagi

Diakuinya, berdasarkan pantauannya di tiga pasar besar di Bumi Sukowati, harga cabai rawit merah masih mahal.

"Hari ini kami cek di Pasar Bunder Sragen, Pasar Gemolong, dan Pasar Gondang bahwa hargai cabai rawit masih mahal," katanya.

Ihwal kapan harga cabai rawit merah akan kembali normal, lanjutnya, tergantung pada kondisi cuaca.

"Saya tidak bisa memastikan kapan harganya akan turun."

Halaman
1234
Penulis: Rahmat Jiwandono
Editor: Asep Abdullah Rowi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved