Breaking News:

Penanganan Covid

Satgas Covid-19: Jika Hanya Mengandalkan Vaksin, Maka Kita Membuat Kesalahan

Wiku Adisasmito kembali menegaskan jika vaksin bukan solusi mutlak untuk mengakhiri pandemi virus corona.

istimewa/Gugus Tugas covid
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito saat memberi keterangan pers. 

TRIBUNSOLO.COM -- Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito bicara soal vaksinasi Covid-19 yang dianggap solusi akhir pandemi.

Wiku kembali menegaskan jika vaksin bukan solusi mutlak untuk mengakhiri pandemi virus corona.

Baca juga: Varian Baru Covid-19 Dikabarkan Sudah Masuk Indonesia, Begini Reaksi Sri Sultan Hamengku Buwono X

Baca juga: WHO Curigai Hasil Penelitian China Jika Covid-19 Masuk Wuhan dari Makanan Beku: Tidak Masuk Akal

Meski vaksinasi sudah dimulai, ia meminta masyarakat tidak hanya mengandalkan vaksin.

Wiku justru mengimbau masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan.

ILUSTRASI : Petugas medis menunjukkan contoh (dummy) vaksin covid saat simulasi vaksinasi Covid-19 yang dilakukan di RSI Jemursari, Kota Surabaya, Jawa Timur, Jumat (18/12/2020). Kementerian Kesehatan akan mulai mengirimkan SMS kepada penerika vaksin covid-19 mulai Kamis 31 Desember 2020, berikut jadwal suntik vaksin Corona
ILUSTRASI : Petugas medis menunjukkan contoh (dummy) vaksin covid saat simulasi vaksinasi Covid-19 yang dilakukan di RSI Jemursari, Kota Surabaya, Jawa Timur, Jumat (18/12/2020). Kementerian Kesehatan akan mulai mengirimkan SMS kepada penerika vaksin covid-19 mulai Kamis 31 Desember 2020, berikut jadwal suntik vaksin Corona (SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ)

"Saya mengimbau seluruh rakyat Indonesia untuk tidak memandang vaksin sebagai solusi mutlak dari penanganan pandemi," kata Wiku dalam konferensi pers yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (2/3/2021).

"Vaksin akan membantu menyelamatkan nyawa, tetapi jika kita hanya mengandalkan vaksin maka kita membuat kesalahan," tuturnya.

Wiku mengatakan, perubahan perilaku harus jadi pondasi utama dalam usaha menghentikan penularan virus corona.

Protokol 3M yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak harus terus diterapkan.

Ia mengingatkan bahwa saat ini di Indonesia telah ditemukan kasus mutasi baru Covid-19 yakni B117 yang berasal dari Inggris.

Oleh karenanya, disiplin protokol kesehatan tak boleh ditinggalkan.

Halaman
12
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved