Breaking News:

Berita Solo Terbaru

Bagai Kena Petir di Siang Bolong, Warga Pasrah Tergusur Rel Layang Joglo Solo : Saya Pulang ke Desa

Sejumlah warga di bantaran perlintasan rel kereta api relasi Solo-Semarang hanya bisa pasrah.

Penulis: Adi Surya Samodra | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Adi Surya
Deretan rumah warga yang terdampak pembangunan rel layang Palang Joglo, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Rabu (3/3/2021). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Sejumlah warga di bantaran perlintasan rel kereta api relasi Solo-Semarang hanya bisa pasrah.

Hunian mereka akan terdampak pembangunan rel elevasi atau rel layang Palang Joglo.

Untuk diketahui, hunian mulai dari Stasiun Solo Balapan hingga Simpang Tujuh Palang Joglo akan terkena relokasi.

Suripto menjadi satu diantaranya. Ia sudah tinggal di huniannya seluas 6 meter x 4 meter selama puluhan tahun.

Baca juga: Ratusan Rumah di 4 Kelurahan Bakal Digusur, Jelang Proyek Prestisius Rel Layang Joglo Solo

Baca juga: Dikunjungi Menteri Perhubungan, Gibran Ingin Pembangunan Proyek Palang Joglo Solo Segera Dikebut

Hunian itu ditempatinya bersama keluarganya. Suripto bahkan punya lahan ternak ayam di utara huniannya.

"Saya tinggal di sini bersama keluarga saya. 2 anak saya, 2 cucu, dan istrinya," katanya kepada TribunSolo.com, Rabu (3/3/2021).

Hunian Suripto berdiri di atas lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan dirinya membayar PBB sebesar Rp 20 ribu per tahunnya.

"Di sini, saya cuma nunut saja. Bukan saya yang punya. Kalau besok direlokasi, tidak masalah," ujarnya.

Suripto mengungkapkan dirinya sudah mempunyai rencana apabila huniannya benar - benar kena relokasi.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved