Breaking News:

Virus Corona

Bukan China, Ilmuwan Sebut Negara Ini Jadi Sarang Virus Covid-19 Bermutasi, Ingatkan Ancaman Global

Wabah di Brasil dikhawatirkan menjadi ancaman global dan berisiko melahirkan varian baru lebih ganas, kata ilmuwan top Brasil.

(ANDREAS SOLARO / AFP)
ILUSTRASI: Para pekerja medis membawa seorang pasien Covid-19. 

TRIBUNSOLO.COM - Pandemi Covid-19 disebut-sebut masih terlalu dini untuk berakhir.

Mengingat belakangan wabah virus corona yang ada di Brasil tiba-tiba menggila.

Wabah di Brasil dikhawatirkan menjadi ancaman global dan berisiko melahirkan varian baru lebih ganas, kata ilmuwan top Brasil.

Baca juga: Sembuh dari Covid-19, Unggahan Aurel Hermansyah Disorot, Kode Pernikahan dengan Atta Bakal Diundur?

Baca juga: Polres Akan Panggil Saksi Dugaan Kasus Dicovidkan, yang Seret Rumah Sakit di Karanganyar

Ahli ilmu saraf Universitas Duke, Miguel Nicolelis mendesak komunitas internasional untuk mengecam pemerintah Brasil atas kegagalan menangani pandemi.

Dilansir The Guardian, pandemi corona telah menewaskan lebih dari seperempat juta orang Brasil atau 10% dari total kematian Covid-19 global.

"Dunia harus bersuara keras tentang risiko yang ditimbulkan Brasil untuk memerangi pandemi," kata Nicolelis.

"Apa gunanya memilah pandemi di Eropa atau Amerika Serikat, jika Brasil terus menjadi tempat berkembang biak virus ini?" tambahnya.

Nicolelis mengatakan bukan hanya Brasil yang menjadi negara dengan penanganan pandemi terburuk di dunia.

Gambar selebaran yang dikeluarkan oleh kantor pers Pemerintah Negara Bagian Sao Paulo menunjukkan seorang sukarelawan yang menerima vaksin COVID-19 selama tahap uji coba vaksin yang diproduksi oleh perusahaan Cina Sinovac Biotech di Hospital das Clinicas (HC) di negara bagian Sao Paulo, Brasil, pada 21 Juli 2020. - Uji coba vaksin akan dilakukan di Brasil dalam kemitraan dengan Brasil Research Institute Butanta.
Gambar selebaran yang dikeluarkan oleh kantor pers Pemerintah Negara Bagian Sao Paulo menunjukkan seorang sukarelawan yang menerima vaksin COVID-19 selama tahap uji coba vaksin yang diproduksi oleh perusahaan Cina Sinovac Biotech di Hospital das Clinicas (HC) di negara bagian Sao Paulo, Brasil, pada 21 Juli 2020. - Uji coba vaksin akan dilakukan di Brasil dalam kemitraan dengan Brasil Research Institute Butanta. (Handout / Pemerintah Negara Bagian Sao Paulo/AFP)

Diketahui Presiden Brasil, Jair Bolsonaro konsisten menolak kebijakan pembatasan yang berkaitan dengan wabah.

Bahkan presiden ini pernah menyebut virus corona sebagai 'flu kecil'.

Halaman
1234
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved