Breaking News:

Bursa Mobil Bekas di Solo Baru Diklaim Stabil, Tapi Gegara PPnBM 0 Persen Bikin Pembeli Salah Sangka

Meski program ini berhasil mendongkrak penjualan mobil baru, namun program 0 persen ini tidak mempengaruhi penjualan mobil bekas.

TribunSolo.com/Agil Tri
Display mobil bekas di Bursa Mobil Bekas Carsentro Solo Baru, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SOLO BARU - Bursa mobil second atau bekas di Kabupaten Sukoharjo tidak terdampak dengan aturan insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) nol persen untuk mobil baru.

Pajak 0 persen itu mulai berlaku sejak 1 Maret 2021 hingga akhir Mei 2021.

Meski program ini berhasil mendongkrak penjualan mobil baru, namun program 0 persen ini tidak mempengaruhi penjualan mobil bekas.

Menurut Wwner Minion Motor di Bursa Mobil Bekas Carsentro Solo Baru, Adindra Priambodo Saniskoro, penjualan mobil di lapaknya masih stabil.

"PPnBM 0 persen ini tidak mempengaruhi penjualan saya. Mobil bekas masih diminati," kata dia, kepada TribunSolo.com, Minggu (7/3/2021).

Baca juga: Prihatin Pandemi, Bupati Gresik Tolak Mobil Dinas Baru Seharga Rp 1,4 M, Pilih Pakai Fortuner Lawas

Baca juga: Megahnya Tumurun Museum Solo, Pamerkan Koleksi Pendiri Sritex, Ada Mobil Dodge Tahun 1932

Dia menuturkan, potongan harga mobil baru imbas PPnBM 0 persen ini paling tinggi Rp 19 juta sehingga harga bekas lenih murah.

"Kami juga sudah memiliki pasar sendiri. Jadi coustemer yang datang ke sini, memang niatnya beli mobil bekas," terangnya.

Selain itu, mobil-mobil yang dia jual kebanyakan mobil yang tidak terkena potongan insentif pajak 0 persen itu.

Seperti Toyota Kijang, Honda CRV, BMW, Toyota Fortuner, dan sebagainya.

Halaman
123
Penulis: Agil Tri
Editor: Asep Abdullah Rowi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved